Sejumlah RS Nunggak Pembayaran Kantong Darah Capai Miliaran

Belum dibayarnya tunggakan ini tentunya berdampak bagi operasional UDD PMI dalam menyediakan pengolahan darah

BANJARMASIN, KP Sejumlah rumah sakit di Banjarmasin dikabarkan menunggak pembayaran kantong darah kepada Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kota Banjarmasin.

Menurut hitungan hingga pertengahan bulan April 2021 ini, tunggakan mencapai Rp 4 miliar.

Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit ketika dikonfirmasi membenarkan tunggakan pembayaran kantor darah dari sejumlah rumah sakit itu.

” Belum dibayarnya tunggakan ini tentunya berdampak bagi operasional UDD PMI dalam menyediakan pengolahan darah,” ujar Aulia Ramadhan Supit saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin siang (12/4/2021).

Menurutnya, Cash Flow UDD PMI Kota Banjarmasin saat ini sangat terganggu akibat menunggaknya pembayaran pengambilan kantong darah dari sejumlah rumah sakit tersebut.” Apalagi dalam tiga bulan terakhir ini angka tunggakannya sudah mencapai empat miliar rupiah,” ujarnya.

Dirincikan rata-rata rumah sakit terhutang mulai Rp 300 juta hingga Rp 900 juta perbulan. nAulia Ramadhan Supit mengungkapkan, selama ini dalam operasionalnya UDD PMI tidak mendapat bantuan dana dari pihak pemerinta” Jadi dana pengganti pengolahan darah itulah yang kami gunakan lagi untuk biaya produksi. Kalau tidak dibayar, tentunya PMI dalam waktu dekat tidak bisa memproduksi darah lagi, kasian masyarakat yang membutuhkan transfusi darah,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

Aulia memaparkan, pihaknya sudah melakukan upaya dengan menyampaikan surat permohonan pembayaran tunggakan tersebut ke pihak rumah sakit. Namun hingga sekarang belum ada tanda- tanda pembayaran.

Mantan anggota DPRD Kota Banjamasin priode 2014- 2019 ini berharap dalam waktu dekat ada solusi dalam mengatasi masalah ini agar pengolahan darah di UDD PMI tetap bisa berjalan maksimal.

” Sebab kita juga tidak ingin, PMI stop produksi dalam menyediakan permintaan darah. Apalagi ini menyangkut masalah nyawa manusia,” tandasnya.

Ditanya alasan rumah sakit menunggak pembayaran Aulia Ramadhan menyebut, tidak mengetahuinya secara persis.

Diungkapkan pula, sebenarnya tunggakan pembayaran permintaan kantong darah ini sudah terjadi sejak setahun lalu, saat pandemi Covid-19 mulai melanda Provinsi Kalsel.

Namun menurut Aulia Ramadhan, saat awal-awal pandemi tunggakan pembayaran hanya berkisar 1-2 bulan saja.

” Sekarang makin parah, bahkan hampir mencapai 4 bulan. Meski kita sudah berupaya menagih rumah sakit yang menunggak, namun mereka belum bisa memberikan jawaban pasti, bahkan ada yang meminta kelonggaran pembayaran di September mendatang,” ungkapnya.

Ditambahkannya UDD PMI dalam memenuhi permintaan kebutuhan kantong darah ke rumah sakit mencapai 3.000 kantong setiap bulannya.Selain itu UDD PMI juga memproduksi plasma darah konvalesen untuk Pasien Covid-19. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya