Sembilan Pohon Tumbang Dalam Sehari

Banjarmasin, KP – Kota Banjarmasin dilanda hujan deras disertai angin kencang, Kamis (8/4) sore. Cuaca yang semula murung berubah menjadi ekstrim. Dari data BPBD Kota Banjarmasin, hari itu ada sembilan pohon yang tumbang.

Peristiwa pohon tumbang Itu terjadi di delapan kawasan. Rinciannya, dua pohon pohon di kawasan Jalan Pramuka, satu pohon di Jalan Piere Tendean, Jalan Keramat Raya, Jalan Belitung Darat, Jalan Banjar Indah, Jalan Kelayan A.

“Kemudian di Jalan Ahmad Yani di Komplek Ahmad Yani II, Jalan Zafri Zam-Zam, dan di kawasan Kuin Utara,” ungkap anggota Rescue BPBD Kota Banjarmasin, Andy Putera, Jumat (9/4) siang di markasnya.

Menurut pantauan pihaknya, peristiwa itu terjadi dipicu karena adanya perubahan cuaca yang cukup signifikan sejak awal April tadi.

“Kemungkinan yang terjadi saat ini adalah imbas dari badai Siklon Tropis Seroja. Siklon yang kita ketahui menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru tadi,” ujarnya.

Untuk itu, pria dengan sapaan Andy itu pun mengimbau kepada warga agar hendaknya waspada dalam menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi.

Di sisi lain, menurutnya, cuaca buruk juga masih mengintai dan diprediksi hingga pertengahan tahun alias bulan Juni mendatang.

Melihat dari ganasnya imbas cuaca buruk pada Kamis (8/4) kemarin, dalam satu hari badai itu mampu menumbangkan sembilan pohon, tentu menjadi pertanyaan berapa jumlah pohon tumbang sedari bulan Januari tadi.

Hal itu, mengingat pada bulan Januari, tadi Kota Banjarmasin hingga kini seakan masih dirundung murung. Mulai dari banjir serta hujan deras yang disertai angin kencang.

Menjawab hal itu, Putera membeberkan bahwa pihaknya belum sempat mendata secara menyeluruh jumlah pohon yang tumbang. Namun ia menyebut, jumlahnya ada puluhan.

“Sedangkan kawasan yang cukup rentan ada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Utara,” bebernya.

Di sisi lain, Putera juga mengakui, banyaknya pohon yang tumbang membuat pihaknya kewalahan dalam hal penanganan. Beruntungnya, instansi terkait lainnya cukup sigap membantu.

“Dalam waktu dekat, kami juga bersiaga dengan berencana menambah mesin pemotong sebayak lima unit. Saat ini, yang ada cuma ada tiga unit,” tambahnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.769

Di sisi lain, kesulitan tentu ditemui ketika mengevakuasi pohon yang tumbang itu. Kemdati demikian, Putera mengaku kesulitannya hanya ada pada kabel listrik. Menurutnya, tidak sedikit ketika didatangi ke lokasi, listrik masih menyala.

“Tapi sebelumnya, kami juga tentu berkoordinasi dengan pihak PLN,” tutupnya.

Terpisah. Menindaklanjuti perihal banyaknya pohon yang tumbang, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, mengklaim sudah secara rutin melakukan pemantauan hingga pemangkasan pohon-pohon tua yang ada di Kota Banjarmasin.

Namun, karena keterbatasan sumber daya, maka ada skala prioritas untuk penanganannya. Karenanya, pemantauan hingga pemangkasan pun terpaksa dilakukan bergantian.

“Misalnya hari ini di Jalan Ahmad Yani, kemudian di kawasan Jalan Gatot Subroto, dll. Jadi rutin,” ucap Kepala DLH Kota Banjarmasin, Mukhyar, kemarin (9/4) di Balai Kota.

Mukhyar mengklaim, terjadinya pohon tumbang kemungkinan besar dipicu lantaran giliran pemantauan dan pemangkasannya belum sampai ke pohon yang tumbang.”Alhasil, sebelum sempat dipangkas, pohonnya justru lebih dahulu tumbang,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa pihaknya juga tak memiliki alat khusus untuk mengecek atau mengukur seberapa kuat akar pohon menancap ke dalam tanah. Sekuat apa pohon, ketika diterpa angin. “Maka sebagai gantinya, antisipasi yang kami lakukan hanya memangkas saja secara bergiliran,” ujarnya.

Lantas seberapa banyak pohon yang cukup tua di Kota Banjarmasin? Terkait hal ini, Mukhyar mengatakan bahwa sebenarnya untuk pohon-pohon di Kota Banjarmasin, dikatakan tua pun tidak juga.

Sekali lagi, pihaknya hanya melihat dari seberapa kuat cengkraman akar pohon ke tanah. Maklum, tanah Kota Banjarmasin menurutnya didominasi oleh rawa.”Yang usianya agak tua, hanya di kawasan Teluk Dalam,” bebernya.

Lebih jauh. Terkait kondisi yang ada, yang saat ini tampak banyak pepohonan yang tumbang, Mukhyar berharap partisipasi masyarakat.

“Agar apabila ada yang melihat pohon yang cukup membahayakan, bisa langsung hubungi kami di DLH. Biar langsung kami eksekusi, sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” harapnya.Lantas apakah pohon tumbang itu hanya didiamkan saja tanpa ada pengganti?

Menanggapi hal itu, mukhyar mengaku bahwa pihaknya sudah pasti akan mengganti atau meremajakan pohon-pohon yang sudah tumbang.”Peremajaan juga dilakukan untuk pohon yang sudah dinilai tua dan bisa membahayakan masyarakat,” imbuhnya.

Disamping itu, pria yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin itu mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan menghindari berteduh di bawah pohon rindang yang besar.

“Karena kota tidak tahu kapan pohon itu akan roboh saat disapu angin kencang,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya