Terpapar Covid-19
Sidang Dua Terdakwa KONI Tabalong Ditunda

membantalkan atau menunda persidangan keduanya, hingga mereka dinyatakan sembuh

BANJARMASIN, KP – Kedua terdakwa yang diduga melakukan korupsi dana hibah dari Pemkab Tabalong yakni mantan Ketua KONI Tabalong H Hilmi Apdanie dan mantan Bendaharanya Irwan Wahyudin, kini dirawat di rumah sakit khusus penderita Covid-19 di Tanjung.

Menurut Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaaan Negeri Tabalong Jhonson Tambunan, kepada awak media, Selasa (27/4) ketika berada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, karena kedua di rutan Tanjung berada dalam satu sel, maka bila salah satu terpapar maka akhirnya keduanya terpapar.

Awalnya, kata Jhonson, hanya H Hilmi yang positif, maka Sabtu (24/4) terdakwa dibawa ke rumah sakit, dan untuk memastikan rekan selnya maka terdakwa Irwan dilakukan tes ternyata juga positif, maka Senin (26/4) langsung di bawa ke rumah sakit

“Kita sudah lapor ke majelis hakim akan kondisi keduanya dengan memperlihatkan hasil swab. Dan majelis akhirnya membantalkan atau menunda persidangan keduanya, hingga mereka dinyatakan sembuh,” katanya.

Menurut Jhonson, awal mengetahui terdakwa terpapar Covid-19, saat pihak Rutan Tanjung memberitahukan kalau M Hilmi Apdanie sedang sakit dengan gejala seperti terkena virus asal Wuhan China tersebut.

Berita Lainnya

Ketua KONI Tabalong Dituntut Lima Tahun

Jumat Berkah, Polsek Banteng Berbagi

1 dari 1.400

“Sabtu kita terima informasi itu. Dan hari itu juga kita minta agar dilakukan swab, hasiknya posiitif,” ujarnya.

Tak mau ambil resiko, apalagi terdakwa diketahui mempunyai penyakit jantung, pihaknya kemudian memasukkan M Ilmi Apdanie ke rumah sakit central covid di Tanjung.

Akibat kedua terdakwa sakit dan menjalani pembantaran, maka semestinya sidang akan dilanjutkan pada Selasa kemaren terpaksa di tunda sampai kedua terdakwa dinyatakan sembuh.

Seperti diketahui, kedua terdakwa didakwa melakukan pembelanjaan untuk keperluan KONI, diluar dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang ditetapkan ketika mengajukan dana hibah ke Pemkab Tabalong.

Pengucuran dana hibah tersebut sebagai persiapan kontingen Kabupaten Tabalong ke PORPROV (Pekan Olahraga Provinsi) 2017 dimana Tabalong sebagai tuan rumah. Dana yang dicairkan pemerintah daerah setempat Rp10,18 miliar dan berdasarkan perhitungan BPKP, terdapat unsur kerugian negara sebesar Rp.2.735.890.099,00 karena pengeluaran yang tidak sesuai RAB, serta

pertanggungjawaban yang tidak disertai bukti-bukti pendukung yang lengkap dan sah atas penggunaan dana hibah yang diterima KONI Kabupaten Tabalong periode tahun 2017.

Atas perbuatan kedua terdakwa tersebut JPU mematok pasal 2 dqn 3 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP untuk dakwaan primair dan subsidiar. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya