Vaksinasi Lansia Rendah, Instruksi Pj Wali Kota Belum Dijalankan?

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di bawahnya untuk merangkul warga termasuk dalam kategori lanjut usia (lansia) untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

Instruksi tersebut memerintahkan agar membawa minimal lima orang lansia untuk bervaksin ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, bahwa hal itu diinstruksikan langsung oleh Pj Wali Kota Banjarmasin dalam rapat koordinasi antar seluruh SKPD yang dilakukan belum lama tadi.

Lantas, apakah instruksi itu sudah dijalankan? Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, itu mengungkapkan bahwa instruksi itu belum dijalankan.

“Tapi, instruksi itu sudah disampaikan ke masing-masing SKPD. Kami harap instruksi itu betul-betul dijalankan,” ucapnya, saat dikonfirmasi Kalimantan Post melalui sambungan telepon, Minggu (11/4) siang.

Bukan tanpa alasan mengapa instruksi itu dikeluarkan. Melainkan lantaran masih kurangnya capaian vaksinasi untuk lansia.

Padahal sasaran utama vaksinasi tahap kedua kali ini adalah fokus terhadap para lansia. Namun hingga kini capaian vaksinasi untuk para lansia tersebut masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan yang lain.

“Saat ini capaian untuk vaksinasi lansia masih di bawah 20 persen,” tambah pria dengan sapaan Machli itu.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

Lantas, apakah ada solusi untuk mendongkrak capaian vaksinasi lansia? Menurut Machli, pihaknya akan menggandeng seluruh pemuka agama dan serta pengurus rumah ibadah di Kota Banjarmasin untuk ikut serta dalam menyukseskan program vaksinasi lansia itu.

Selain itu, pola atau sistem vaksinasi dengan cara jemput bola juga masih terus digalakan oleh para tenaga medis yang berada dibawah Dinkes Kota Banjarmasin.

Terkait apa yang sebenarnya menjadi kendala program vaksinasi lansia, Machli membeberkan sejumlah alasan. Di antaranya, lansia tak paham tentang aplikasi pendaftaran vaksinasi.

“Tapi, itu sudah dipermudah melalui solusi lain. Yakni, cukup datang ke lokasi vaksinasi dengan membawa ktp saja,” ungkapnya.

Hambatan kedua, masih ada keluarga dari lansia yang berpikir bahwa apa yang menjadi manfaat vaksin itu sendiri, dan pertanyaan benarkah vaksin mampu mengatasi covid.

“Hal ini tentu soal pemahaman. Itu perlu diatasi eduthi atau edukasi tanpa henti. Kemudian, karena banyaknya hoax yang beredar soal vaksinasi,” bebernya.

Sedangkan hambatan terakhir, sibuknya keluarga para lansia untuk membawa yang bersangkutan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin.

Bagaimana bila ke depan target capaian vaksinasi lansia tak jua terpenuhi? Apalagi, seperti yang sudah diketahui bahwa Pemko Banjarmasin dikejar waktu lantaran tentu memiliki kadaluarsa. Yakni, pada bulan Juni mendatang.

Kendati demikian, Machli memastikan bahwa vaksin akan dihabiskan sebelum jatuh waktu kadaluarsa. Dan bila ke depan target lansia tak kunjung terpenuhi terpaksa sasarannya dialihkan kepada yang lainnya.

“Ketika upaya yang dilakukan sudah maksimal, namun tak bisa juga memenuhi target, maka terpaksa vaksin ini akan kami alihkan ke pelayanan publik,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya