Koordinator Pak Ogah Liar Dihadiahi Sanksi Fisik

Banjarmasin, KP – Dua orang sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) liar atau yang sering disebut dengan nama Pak Ogah diganjar hukuman fisik berupa squat jump, guling-guling, merayap hingga push up di halaman gedung Balai Kota.

Kedua supeltas itu masing-masing berinisial AN dan HD yang kepergok petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin menjadi supeltas di ruas Jalan Ahmad Yani, Senin (24/5) sore.

Alhasil, mereka pun dibawa petugas untuk diberi efek jera berupa sanksi fisik dan menandatangani surat perjanjian bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Koordinator Operasi Lapangan Dishub Kota Banjarmasin, M Yunus mengatakan, keputusan pemberian sanksi tersebut dilakukan berdasarkan aturan lalu lintas.

“Ini adalah sanksi agar sekaligus efek jera. Agar tidak mengulangi perbuatannya, soalnya di sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani, tak diperkenankan adanya supeltas yang beroperasi,” ucapnya saat dibincangi awak media.

Pria dengan sapaan Yunus itu menjelaskan, bahwa kedua supeltas itu terjaring di kawasan kilometer 5 dan 6 yang seharusnya steril dari profesi serupa.

Disamping itu, sejatinya kedua orang tersebut memang sudah kerap ditegur. Baik dari pihak Dishub maupun aparat kepolisian. Namun, keduanya bebal dan kembali berulah.

“Kita punya bukti berupa peluit dan sejumlah uang hasil menjadi Pak Ogah di U Turn di sekitar Jalan Dharma Praja,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

Saat diwawancarai. Salah seorang supeltas AN, berkilah. Ia mengaku hanya mengatur arus lalu lintas yang keluar masuk toko elektronik saja. Bukan di ruas jalan Ahmad Yani. “Saya di toko elektronik saja. Tidak di jalanan,” ucapnya, singkat.

Sedangkan HD, menolak untuk memberikan keterangan.

Keterangan AN tak serta merta dipercaya oleh pihak Dishub Kota Banjarmasin. Koordinator Operasi Lapangan Dishub Kota Banjarmasin, Yunus menjelaskan bahwa sebelum AN dan HD diamankan, beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah menjaring enam supeltas lainnya.

Lokasinya sama. Yakni di sepanjang ruas jalan Ahmad Yani.

Dari hasil interogasi yang dilakukan kepada enam supeltas yang diamankan lebih dulu, itu diketahui bahwa supeltas yang beroperasi di ruas Jalan Ahmad Yani ada yang mengkoordinir.

“Keenamnya, menyebut HD lah yang mengkoordinir. HD diketahui memberitahu bila ada petugas yang berpatroli. Kemudian, supeltas juga diketahui menyetor 10 persen dari penghasilan ke HD, itu,” bebernya.

Lantas bagaimana bila nantinya supeltas yang terjaring kembali mengulangi perbuatannya? Terkait hal ini, Yunus mengaku akan lebih bersikap tegas.

“Karena sudah membuat surat perjanjian, bila kedapatan lagi akan langsung kami serahkan ke kepolisian,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya