Masyarakat Wajib Cegah Sikap Picu Kebakaran 

Banjarmasin, KP –Kekeringan sebagai dampak musim kemarau sering memicu terjadinya musibah  kebakaran  baik kebakaran tempat pemukiman ataupun lahan  dan hutan (karhutla).

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Tugiatno mengingatkan meski kota Banjarmasin jarang terjadi kebakaran lahan, namun  seluruh komponen masyarakat wajib ikut berpartisipasi dalam setiap tindakan yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

“Khusus warga Banjarmasin dihimbau, agar jangan membakar sampah karena kebiasaan ini selain melanggar Peraturan Daerah (Perda), tapi  menimbulkan kabut asap sehingga bisa berdampak tercemarnya udara,” katanya.

Kepada {KP} Minggu (23/5/2021)  ia menjelaskan, sesuai Perda Nomor : 21 tahun 2011 Kota Banjarmasin  tentang Pengelolaan Persampahan, Kebersihan dan Pertamanan bukan hanya mengatur larangan membuang sampah sembarangan, tapi juga mengatur soal larangan membakar sampah  di tempat terbuka.

Bagi siapapun  yang melakukan larangan itu sesuai ketentuan Perda Nomor : 21 tahun 2011, maka  dikenai sanksi pidana kurungan atau denda.

Menurutnya,  asap sampah yang dibakar akan mengakibatkan pencemaran udara. Selain itu membakar sampah akan menimbulkan kadar karbondioksida (CO2) yang dapat memicu meningkatnya suhu udara.

“Karenanya warga dimohon  jangan  lagi membiasakan membakar sampah. Karena efeknya sangat buruk terhadap tercemarnya udara serta bagi kesehatan. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan  jangan dibakar,” unsur pimpinan dewan dari PDIP ini.

Lebih jauh dijelaskan mengatakan membakar sampah, terutama sampah plastik sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebab, racun yang terkandung di dalam plastik akan menghasilkan polusi.

Berita Lainnya

Banjarmasin dan Batola teken MoU

1 dari 3.567

Apalagi lanjutnya, jika proses pembakaran ini tidak sempurna, hasil pembakaran itu akan mengurai di udara sebagai dioksin yakni, senyawa yang sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia. 

Senyawa zat dioksin ini ujarnya, dapat memicu penyakit depresi, hepatitis, pembengkakan hati, kanker, dan penyakit lainnya.

Pada bagian lain terkait upaya mewujudkan kota Banjarmasin Barasih Wan Nyaman (Baiman) yang bersih, indah, nyaman dan serasi  Tugiatno mengimbau warga agar dapat mematuhi tata cara dan waktu pembuangan sampah.

“Sesuai Perda  sampah seharusnya dibuang pada malam bukan pada siang hari. Biasakan membuang sampah di tempat yang telah disediakan (TPS),” ujarnya.

Lebih jauh ia mengemukakan,  menyikapi dan mengantisipasi kebakaran hutan Pemerintah Provinsi Kalsel juga  sudah mengeluarkan Perda  Nomor : 1 tahun 2008 tentang Pencegahan dan Pengendalian  Kebakaran Lahan dan Hutan atau yang biasa disebut Perda Kakalatu.

Kembali ia mengingatkan, meski kota Banjarmasin tidak ada hutan atau dugaan pembakaran lahan, namun akibat dampak kabut asap akan menambah semakin parahnya tingkat pencemaran udara  ibukota Kalsel ini.

” Apalagi sebagai  kota besar   Kota Banjarmasin  kini sudah dipenuhi emisi buang karbon dioksida akibat  asap kendaraan bermotor,”  katanya.

Lebih jauh Tugiatno menegaskan, sesuai regulasi dengan diterbitkannya undang-undang dan sejumlah peraturan pemerintah lainnya diamanatkan,  setiap pemerintah daerah  wajib  mewaspadai dan memahami dampak dari berbagai kerusakan lingkungan. 

“Termasuk diwaspadai dan wajib diantisipasi  perubahan iklim yang sering terjadi  secara ekstrim ,” demikian kata Tugiatno. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya