Pembeli Berjubel, Machli Minta Bentuk Satgas Covid-19 di Pasar

Banjarmasin, KP – Kebiasaan memakai pakaian baru dalam menyambut Hari Raya Idulfitri yang sudah menjadi tradisi di masyarakat membuat aktivitas jual beli di pusat perbelanjaan meningkat di Kota Banjarmasin.

Benar saja, pasalnya dalam beberapa hari terakhir kawasan Pasar Sentra Antasari, Pasar Sudimampir dan Pasar Baru terlihat disesaki warga yang tujuannya tidak lain untuk membeli pakaian, peralatan salat dan segala hal yang diperlukan dalam menyambut hari kemenangan bagi umat muslim tersebut.

Padahal, kondisi kasus Covid-19 di Ibukota Banjarmasin masih belum menandakan adanya pelandaian.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi hanya memberikan jawaban terkejut dengan adanya kondisi tersebut.

“Benarkah itu?,” tanyanya balik saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Senin (03/04) siang.

Menurut pria dengan sapaan Machli itu, padatnya jumlah masyarakat yang beraktivitas di dalam ruangan tertutup membuat resiko penularan virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia itu semakin besar.

“Kalau jumlah orangnya sangat banyak tidak sesuai dengan kapasitasnya dan berada di sana lebih dari satu jam sangat berpotensi menularkan Covid-19. Apalagi tidak memakai masker,” ungkapnya.

Lantas langkah apa yang diambil Dinkes untuk menanggulangi permasalahan tersebut?

Berita Lainnya
1 dari 2.770

Terkait hal itu, Machli mengaku bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin agar dibentuknya Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 di wilayah pasar.

Ia menjelaskan, pembentukan Satgas tersebut tidak lain bertujuan agar pengawasan dalam penerapan disiplin protokol kesehatan (Prokes) bisa berjalan maksimal di lingkungan pasar.

“Tentu akan kita koordinasikan dengan dinas teknis terkait, termasuk dengan Satpol PP,” tukasnya.

Disamping memberikan pengawasan prokes, menurut Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin itu, Satgas di lingkungan pasar juga Bertugas untuk memberi arahan kepada para pedagang atau pengelola pasar agar memberi ketegasan bagi pengunjung untuk selalu mengenakan masker ketika memasuki lingkungan pasar.

“Mereka juga tidak boleh membiarkan begitu saja ketika terjadi kerumunan massa dalam jumlah besar. Sehingga sangat perlu sekali untuk diatur jaraknya. Kemudian yang utamanya penjual dan pembeli wajib mengenakan masker,” tegas mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu.

Lalu, machli mengakui bahwa momen berbelanja satu tahun sekali yang dilakukan masyarakat dalam menyambut Idulfitri tersebut sangat sulit untuk diingatkan untuk menghindarinya.

“Jangan sampai terjadi penularan akibat kerumunan di pasar. Karena itu ini sudah jadi tanggung jawab kita agar tidak membiarkan hal itu terjadi,” imbuhnya.

Kemudian, ia kembali menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan operasi yustisi terkait penegakan hukum protokol kesehatan di lingkungan pasar.

“Kondisi ini bisa saja kami teruskan ke Satpol PP untuk bergerak ke sana (kerumunan di pasar). Tapi sekali lagi kami harap pengelola pasar memiliki satgas covid-19 nya sendiri,” tandasnya. (Zak/KPO-1)

Berjubel – Padatnya aktivitas jual-beli warga di pasar membuat membuat tingginya resiko penularan Covid-19 atau virus Corona. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya