PTM Ditiadakan
Perpustakaan Keliling Dikerahkan

Banjarmasin, KP – Peniadaan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masing-masing sekolah rupanya juga berdampak pada aktivitas Perpustakaan milik Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin.

Pasalnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin, Akhmad Husaini mengatakan, bahwa sejak pola belajar langsung di ruang kelas sekolah tersebut ditiadakan beberapa waktu lalu, pihaknya juga ikut menutup operasional layanan perpustakaan sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung.

Kendati demikian, kondisi tersebut bukan jadi alasan bagi pihaknya untuk sama sekali tidak berkegiatan. Untuk mengisi aktivitasnya dalam memberikan layanan sebagai perantara dalam mengantar jendela dunia kepada generasi bangsa.

“Kita tetap aktif menjalankan perpustakaan keliling,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi gedung Arsip Kota Banjarmasin, Selasa (18/05) siang.

Pria yang saat ini juga menduduki jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Asisten 1 Sekdako Banjarmasin itu menjelaskan, sasaran mobil perpustakaan keliling yang membawa berbagai macam buku bacaan tersebut menyasar yayasan sosial seperti panti asuhan dan lainnya.

“Kita tak tinggal diam, kita menjalankan perpustakaan keliling ke panti-panti dan tempat lainnya,” bebernya.

Berita Lainnya
1 dari 2.988

Husaini melanjutkan, jika Pemko setempat sudah mengeluarkan peraturan untuk membolehkan aktivitas di perpustakaan, maka layanan perpustakaan yang dikelola oleh SKPDnya tersebut juga akan diaktifkan kembali.

“Apalagi, sebentar lagi akan diberlakukan belajar tatap muka di sekolah di awal ajaran baru tahun ini. Anak-anak kita perlu buku bacaan yang bisa memberikan hal positif dalam proses tumbuh kembang otaknya,” imbuhnya.

Saat disentil mengenai kesiapan gedung perpustakaan atau taman baca yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja, Banjarmasin. Husaini mengaku bahwa fasilitas baca tersebut sebenarnya sudah layak untuk digunakan.

“Komponen-komponen bacaan dan fasilitas penunjangnya juga sudah siap,” ujarnya.

Namun kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memaksa pihaknya mengurungkan niat untuk menggunakan bangunan tersebut untuk operasional perpustakaan.

Menurutnya, perpustakaan yang dikelola pihaknya itu selalu melibatkan pelajar dan mengundang setiap sekolah di Banjarmasin untuk bisa memanfaatkan taman baca itu. Tujuannya tak bukan untuk mengurangi resiko terjadinya paparan virus Corona terhadap anak didik.

“Ya mau bagaimana lagi, karena kondisi pandemi ini perpustakaan yang baru jadi di Kamboja itu terpaksa tidak dioperasikan. Apalagi sekolah juga ditutup,” tutupnya. (zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya