Rekap Selesai! Ibnu-Arifin Peroleh Suara Terbanyak. Selisih 8.116 Suara dari Sang Rival

Banjarmasin, KP – Setelah menjalani pemilihan suara ulang (PSU), kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Banjarmasin tahun 2020 akhirnya menyelesaikan seluruh tahapan proses rekapitulasi jumlah perolehan suara, baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kota.

Dari rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin, terkait rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di tingkat kota, perebutan kursi Banjarmasin 1 tetap dimenangkan oleh sang petahana.

Berdasarkan akumulasi hasil suara keseluruhan di lima kecamatan di Kota Banjarmasin, pasangan calon (paslon) nomor urut 2 yakni Ibnu Sina – Arifin Noor, meraup sebanyak 89.378 suara.

Sedangkan sang rivalnya, yakni paslon nomor urut 4, Ananda – Mushaffa Zakir atau yang dikenal dengan AnandaMu, memperoleh 81.262 suara.

Praktis, satu-satunya calon Wali Kota yang berlaga di Pilwali Banjarmasin itu mempunyai selisih sebanyak 8.116 suara dari paslon nomor 2 yakni Ibnu-Arifin

Sementara di posisi ketiga, ada paslon nomor urut 1, Abdul Haris Makkie – Ilham Nor dengan perolehan 34.875 suara. Dan di posisi terakhir diisi paslon nomor urut 3, Khairul Saleh – Habib M Ali Alhabsyi dengan jumlah 29.926 suara.

“Rekapitulasi ini merupakan hasil keseluruhan dari 52 kelurahan. Jadi sudah ditambahkan dengan hasil PSU kemarin,” ucap Ketua KPU Kota Banjarmasin, Rahmiyati Wahdah disela rapat pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat kota.

Menurutnya, tahapan selanjutnya adalah penetapan pasangan calon terpilih. Yang dijadwalkan akan berlangsung dalam tiga atau lima hari ke depan

Berita Lainnya
1 dari 2.770

“Untuk pelantikan, mungkin usai Hari Raya Idulfitri ini,” tambah wanita dengan sapaan Rahmi itu.

Kendati proses hasil rekapitulasi dan penghitungan suara di tingkat kota itu berjalan lancar, bukan berarti tak ada sanggahan.

Sanggahan dan interupsi datang dari saksi paslon nomor urut 4 yang tetap pada pendiriannya. Belum bisa menerima hasil rekapitulasi hingga penetapan hasil penghitungan itu.

Dikonfirmasi terkait alasan penolakan, saksi dari paslon nomor urut 4, yakni Siti Aminah Finandia dan Rei menilai bahwa dalam pelaksanaan PSU, itu masih terjadi ketimpangan.

“Kami menduga masih adanya keberpihakan pada sang petahana. Terkait hasil ini, akan kami komunikasikan ke tim hukum paslon kami,” ucapnya, singkat.

Dikonfirmasi terpisah, Kurniawan, sebagai saksi paslon nomor urut 2 mengaku, bahwa pihaknya sudah menerima hasil rekapitulasi tersebut.

Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh paslon yang dikenal dengan jargon ‘Banjarmasin Baiman’ itu.

Lantas apa respon tim Ibnu-Arifin terkait adanya keberatan dari saksi paslon AnandaMu?

“Terkait keberatan saksi paslon 4, itu hak mereka. Isi keberatan pun bukan terkait rekapitulasi, tapi proses Penyelenggaraan,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya