BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Jika dibandingkan jenjang SMP negeri, SD negeri di Kota Banjarmasin yang paling banyak kekurangan murid baru pada saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) setiap tahunnya.
Selain bersaing dengan sekolah madrasah, swasta dan jumlah usia murid mulai berkurang di beberapa wilayah. Kenyataanya jumlah SD negeri yang dinilai terlalu banyak juga menjadi faktor sebaran siswa baru jadi tak merata.
Saat ini saja, terdata ada sekitar 208 SD negeri yang tersebar di lima kecamatan yang mana hampir 80 persen diantaranya pasti alami minim murid.
“Jumlah 208 SD itu terlalu banyak, idealnya harus di bawah 150 saja jumlahnya,” ungkap Plt Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Faisal Rachman ideal, Senin (6/7/2026).
Melihat kondisi tersebut apalagi sudah menjadi persoalan tahunan. Maka regrouping sejumlah sekolah menjadi solusi Disdik Kota Banjarmasin.
Regrouping ini juga jadi pertimbangan agar pengajuan bantuan perbaikan di suatu sekolah bisa ditangani segera. Mengingat penyaluran bantuan menyesuaikan jumlah murid.
“Dengan regrouping maka jumlah muridnya bertambah. Jadi pengelolaan sekolah untuk mengejar program dan perbaikan itu bisa lebih cepat,” terang Faisal.
Selain itu, kekurangan tenaga pendidik hingga kepala sekolah juga jadi persoalan pihaknya saat ini. Maka dari itu, rencana regrouping ini akan menjadi solusi.
“Kalau tidak salah kekurangan kepala sekolah itu ada sekitar 30 karena ada yang pesiun. Jadi sekarang salah satu cara akumulasi persoalan itu ya regrouping ini supaya sekolah nyaman,” ujarnya.
Adapun dalam upaya regrouping ini tentunya tidak bisa langsung karena bertahap. Terlebih jumlah SD yang ada 208 titik.
Pada tahapan pertama rencana regrouping ini saja, Disdik Kota Banjarmasin menargetkan hanya sekitar 5 dari 10 SD yang ada untuk di regrouping.
“Jadi tidak bisa 208 di regrouping sampai hanya 150 tadi dan di regrouping itu tidak hanya mengabungkan 2 sekolah. Bisa juga 2 sekolah tapi satu kelembagaan,” pungkasnya. (ham/KPO-4).















