Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Fenomena Minim Murid Baru Terulang, Disdik Banjarmasin Siapkan Langkah Penanganan

×

Fenomena Minim Murid Baru Terulang, Disdik Banjarmasin Siapkan Langkah Penanganan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260706 WA0019 1 e1783324039489
KEKURANGAN - Masih kekurangan murid baru, SDN Teluk Dalam 9 Banjarmasin buka gelombang 2 SPMB secara offline. (Kalimantanpost.com/hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Fenomena sekolah yang minim murid baru terus terulang di Kota Banjarmasin setiap tahunnya. Hal ini, tentunya menjadi ‘PR’ besar bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin untuk siapkan langkah penanganan secara serius dan jangka panjang.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak sekolah masih kekurangan siswa baru saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SMPB).

Kalimantan Post

Salah satunya, adanya perubahan demografi Kota Banjarmasin saat ini hingga berpengaruh pada SMPB jalur zonasi khususnya.

Kemudian banyaknya alternatif pilihan sekolah saat ini. Mulai dari sekolah madrasah hingga swasta. “Tentu kita tidak bisa memaksa orang tua untuk anaknya mendaftar di sekolah negeri,” kata Ryan, Senin (6/7/2026).

Namun, menurut Ryan, hal ini malah harus menjadi perhatian serius Disdik Kota Banjarmasin untuk lebih memperbaiki sistem sekolah negeri agar dilirik orang tua siswa.

Di sisi lain, pihaknya juga tengah merumuskan solusi jangka panjang dengan regrouping pada sejumlah sekolah. Terutama pada jumlah siswanya minim.

“Kita coba menganalisa sekolah mana yang akan kita regrouping karena minim muridnya. Tapi ini tentu perlu bertahap,” ucap Ryan.

Ambil contoh seperti SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin yang nyaris tidak ada pendaftar tahun ini. Bahkan sejumlah murid keseluruhan hanya ada 20 orang.

Tentunya, sekolah tersebut akan menjadi sasaran yang akan di regrouping. Terlebih letaknya bersebelahan dengan SDN Teluk Dalam 9 Banjarmasin.

“Entah nanti secara fisik di regrouping atau terpisah tapi secara kelembagaan jadi satu itu bisa saja,” sebutnya

Selain itu, solusi lain yakni pembangunan sekolah baru yang sesuai standar untuk bisa menampung lebih banyak murid. Tentunya dalam hal ini akan menyesuaikan jumlah anak usia pelajar di tiap kawasan.

Baca Juga :  Pemadaman Listrik Bergilir Cukup Ganggu Layanan Pemko Banjarmasin

“Jadi dilihat dulu apa perlu dibangun sekolah baru difokuskan kesana atau di regrouping saja nanti jika memang usia pelajar tidak banyak,” tuturnya.

Untuk regrouping ini lanjutnya, tentu perlu dikaji terlebih dahulu untuk memastikan dengan data statistik penduduk di suatu wilayah.

“Kalau kita hilangkan sama sekali, tapi tidak tahu 5 tahun atau 10 tahun ke depan ternyata ada proyeksi usia pelajar di situ. Makanya kita menganalisa benar-benar dulu, tapi regrouping ini memang jadi pilihan untuk solusi ini,” ujarnya.

Adapun solusi saat ini, pihaknya sudah mengarahkan seluruh sekolah yang masih kekurangan buka pendaftaran gelombang kedua guna menampung murid baru yang tidak tertampung di sekolah pertamanya agar kouta bisa terpenuhi.

Sementara terkait data sekolah di jenjang SD maupun SMP yang masih kekurangan murid baru masih didata hingga saat ini untuk mengetahui jumlah pastinya.

“Ini masih kami data,” pungkasnya. (ham/KPO-4)

Iklan
Iklan