Tanam Padi April – September di Areal Food Estate Siap Dikerjakan.

Palangka Raya, KP – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Fahrizal Fitri menyatakan Pemerintah Ptovinsi Kalteng siap mendukung priode tanam April-September (Asep) pasca panen perdana areal food estate.

Hal itu ia sampaikan saat mewakili Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian. Rakor diikuti Sekretaris Daerah Prov. Kalteng secara virtual melalui video conference dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (30/4/).

Rakor dilaksanakan dalam rangka persiapan Gerakan Tanam Padi di kawasan Food Estate Kalteng, dipimpin secara langsung Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian Momon Rusmono.

Pada kegiatan itu Sekjen Kementan, mengemukakan progres realisasi tanam dan realisasi panen Food Estate Kalteng Tahun 2020 per 27 April 2021. Kabupaten Pulang Pisau, mulai dari Kecamatan Maliku, Pandih Batu, Kahayan Hilir, Sebanggau Kuala dan Kahayan Kuala dengan target keseluruhan 10.000 Ha, untuk realisasi tanam sudah 100%, realisasi panen dari target 9.542 dan sudah terealisasi sekitar 95,415%. Untuk produktivitasnya yakni 3,17 Ton/Ha dengan produksi sebanyak 30.249 Ton.

Di Kabupaten Kapuas, mulai dari Kecamatan Kapuas Kuala, Tamban Catur, Kapuas Timur, Selat, Bataguh, Basarang, Pulau Petak, Kapuas murung, Dadahup, Kapuas Barat dan Mantangai dengan target keseluruhan 20.000 Ha, untuk realisasi tanam dengan target 19.085 Ha sudah terealisasi sekitar 95,425%, realisasi panen dari target 9.533 dan sudah terealisasi sekitar 47,6645%. Untuk produktivitasnya yakni 3,06 Ton/Ha dengan produksi sebanyak 31.746 Ton.

Berdasarkan progres realisasi tanam dan realisasi panen food estate Kalteng Tahun 2020 per 27 April 2021 di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, total keseluruhan 30.000 ha, untuk realisasi tanam dengan target 29.085 Ha sudah terealisasi sekitar 96,95%, realisasi panen dari target 19.074 dan sudah terealisasi sekitar 63,58133%. Untuk produktivitasnya yakni 3,11 Ton/Ha dengan produksi sebanyak 61.995 Ton.

Dari keseluruhan Kecamatan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, realisasi tanam sudah 100 % terlaksana. Namun, untuk lahan yang berada di Desa Bentuk Jaya (Blok A5), dari 1.000 Ha baru terealisasi tanam 85 Ha.

Bioren Kementerian Pertanian Hermanto menjelaskan permasalahan di Kecamatan Dadahup (A5), pertama terkait kondisi infrastruktur irigasi yang belum sepenuhnya baik sehingga berpengaruh terhadap kondisi lahan yang akan dilakukan pertanaman.

Kedua, air mulai mengering pada saluran tersier dan kuarter karena pintu air sempat lama tidak tertutup di Blok A5 Selatan perbatasan dengan Blok A4. Saat ini sudah ditutup.

Ketiga, jembatan disaluran kuarter terputus karena pada lokasi tersebut pembangunan jaringan irigasi belum selesai. Keempat, ketersediaan tenaga kerja dan waktu yang terbatas sehingga disarankan menggunakan cara tanam tabela.

Berita Lainnya
1 dari 528

Berikutnta ke,-lima, lahan yang sudah diolah kembali tumbuh rumput yang sudah menyemak sehingga perlu dilakukan pengolahan lahan kembali. Terakhir, perlu segera dilakukan tanam, karena lahan akan segera mengering.

Tindak lanjut dari permasalahan di Kecamatan Dadahup (A5) pertama, mapping spasial lahan seluas 1.000 Ha dan identifikasi permasalahan air di Blok A5. Kedua, perubahan lokasi yang belum terolah seluas 242 Ha di Blok A5 ke lokasi Blok A1 seluas 142 Ha dan Blok A2 seluas 100 Ha sehingga percepatan tanam padi yang akan dilaksanakan di Blok A5 menjadi 673 Ha.

Ketiga, melaksanakan pengolahan lahan dan tanam secara bertahap dan disesuaikan dengan waktu panen yang masih berlangsung. Keempat, menyiapkan benih dan pupuk serta alat tanam (drum seeder dan drone).

Kelima, melaksanakan gerakan tanam pada hari selasa 4 Mei 2021. Terakhir, melakukan pendampingan/detasering secara intensif dengan menyiapkan rencana teknis secara komprehensif.

Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Fahrizal Fitri menyatakan kinerja Kementerian Pertanian dan Balai sudah sangat luar biasa mensukseskan Food Estate di Kalteng.

Dikemukkan pekerjaan sudah 96 persen, tapi karena Dadahupnya ada sedikit kendala, sehingga ada yang memandang jamak semuanya ada masalah. Tidak memandang capaian kinerja kita yang sudah 96 persen. Saya melihat kinerja dari teman-teman di Kementerian Pertanian dan juga dari Balai sudah sangat luar biasa. Diakui kondisi lahan food estate di Kecamatan Dadahup memiliki tantangan tersendiri.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Prov. Kalteng Sunarti menambahkan, terkait dengan jaringan irigasi dan jembatan, Pemprov. Kalteng sudah berkoordinasi dengan PUPR dalam hal ini Balai wilayah sungai (BWS).

“Pada prinsipnya BWS siap, asal ditunjukan dimana-mana saja yang akan dibangun”, papar Sunarti.

Sunarti juga menyatakan, terkait dengan persoalan serius soal bibit, dimana bibit yang ditanam sudah tidak layak pakai dan harus diganti yang baru, agar tejamin keberhasilannya.

Dijelaskan dari TPHP Provinsi kita memiliki untuk 150 Ha, kita ada 3,5 Ton bibit untuk mengganti bibit yang sudah tidak layak”, tandas Sunarti. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya