Bupati Tinjau Pasar Ikan Terapung serta Bekantan Research Centre

Marabahan, KP – Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Kabupaten Barito Kuala (Batola) tahun 2021 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain dilaksanakan di Desa Wisata Muara Kanoko (Taman Buah Lokal) Kecamatan Anjir Muara acaranya juga berisi berbagai rangkaian menarik.

Sebelum mencapai lokasi, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS beserta anggota forkopimda, Sekda H Zulkipli Yadi Noor dan isteri Hj Herwina Rezeki, Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor, Kadis LH Hj Fahriana dan para Pimpinan SKPD lainnya didampingi Camat Anjir Muara Jaya Hidayatullah beserta camat lainnya, dan sejumlah undangan berkumpul di dermaga kawasan Jembatan Barito menuju Pasar Ikan Terapung di Muara Sungai Anjir Muara dengan menumpang transportasi air klotok dan speedboat.

Beberapa saat setelah berada di lokasi itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju tempat acara Desa Wisata Muara Kanoko. Namun sebelum dilangsungkan acara rombongan menyempatkan meninjau Pasar Ikan Terapung di Desa Wisata Muara Kanoko.

Di lokasi itu bupati dan rombongan disuguhi pemandangan unik dan menarik. Puluhan pedagang aneka jenis ikan lokal dengan menggunakan jukung (perahu) berkumpul mengitari dermaga.

Aneka jenis ikan yang mereka jual seperti sepat, papuyu (betok), haruan (gabus), pipih (belida), seluang, sanggang, patin, lais, baung, bakut, dan lainnya. Selain ikan segala jenis udang juga mereka jual.

Tak sedikit rombongan yang tertarik membeli ikan-ikan yang dijual nelayan. Sementara Bupati Hj Noormiliyani AS membeli dua jenis yang tergolong unik yakni ikan bakut dan ikan pipih.

Selesai berbelanja, bupati dan rombongan selanjutnya menuju tempat acara untuk menggelar upacara peringatan. Di acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung di Desa Wisata Muara Kanoko ini selain berisi acara serimonial juga dirangkai pengukuhan sejumlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Pokdarwis yang dikukuhkan di antaranya Pokdarwis Muara Kanoko Lestari Desa Anjir Serapat Muara 1, Pokdarwis Taman Mangrove Rambai Lestari Desa Anjir Serapat Muara, Pokdarwis Pesona Batola Setara Desa Marabahan Baru Kecamatan Anjir Muara.

Acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini juga dirangkai secara simbolis bibit mangrove rambai dan bibit pohon kasturi kepada perwakilan PPL dan FKH yang dilanjutkan penanaman bibit kasturi di Taman Buah Lokal oleh Bupati Hj Noormiliyani, anggota forkopimda, Sekda H Zulkipli Yadi Noor, Wakil Ketua DPRD Agung Purnomo, dan undangan.

Berita Lainnya
1 dari 265

Di akhir acara, bupati dan rombongan meninjau lokasi penanaman mangrove rambai di lokasi mangrove rambai centre serta lokasi Bekantan Research Centre di Pulau Curiak Kecamatan Anjir Muara.

Di lokasi ini juga dilaksanakan pelepasan kapal riset mangrove rambai centre bantuan ULM Banjarmasin oleh Rektor ULM diwakili Wakil Rektor I Dr H Aminuddin Pratama Putra MPd dan penyerahan piagam penghargaan dari Bupati Hj Noormiliyani AS kepada ULM, Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia Amalia Rezeki dan PT Pertamina Integrated Terminal Banjarmasin.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS saat berada di lokasi Bekatan Research Station Pulau Curiak mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan baik oleh pihak ULM, Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia maupun PT Pertamina Integrated Terminal Banjarmasin.

“Kami atas nama pemerintah, masyarakat, dan pribadi mengucapkan terima kasih atas kontribusinya. Semoga ke depannya akan bisa lebih dikembangkan lagi,” harapnya.

Mengingat, lanjut mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini, yang namanya riset itu tidak terbatas. Baik berupa makanannya dan lainnya. Siapa tahu dari rambai bisa membuat makan yang bisa lebih membuat Bekantannya tumbuh lebih sehat dan berkembang biak lebih subur sehingga populasinya bisa lebih banyak.

Terlebih, menurut bupati perempuan pertama di Kalsel itu, keberadaan habitat Bekantan sendiri juga berada dimana-mana termasuk di Kecamatan Tabunganen Batola.

“Jadi kalau ada reservasi khusus Bekatan dan mereka bisa tumbuh dan berkembang di sini tidak menutup kemungkiman populasinya cepat bertambah, saya kira itu yang diharapkan,” pungkas Noormiliyani.

Menyinggung keberadaan Pasar Ikan Terapung, isteri anggota DPRD Kalsel H Hasanuddin Murad ini menyatakan, sangat menarik. Mengingat selama ini aktivitas floating market umumnya berisi sayur, buah-buahan dan makanan.

“Karena itu saya kira yang Pasar Ikan Terapung terdapat di Desa Wisata Muara Kanoko ini tergolong unik,” paparnya.

Untuk itu ke depannya Noormiliyani merencanakan melakukan penataan dan pengelolaan secara profesional baik keberadaan lokasi maupun sarana parahunya agar semakin menarik dengan tidak mengindahkan kearifan lokalnya. (ang/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya