Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

13 Tahun Terendam Rob, Warga Prona II Pemurus Dalam Dapat Harapan Perbaikan Jalan

×

13 Tahun Terendam Rob, Warga Prona II Pemurus Dalam Dapat Harapan Perbaikan Jalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260612 WA0036 e1781244028171

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Harapan warga Kompleks Prona II RT 26, Kelurahan Pemurus Dalam, untuk terbebas dari banjir rob akhirnya mulai menemukan titik terang.

Setelah lebih dari satu dekade menghadapi genangan air pasang yang kerap merendam jalan hingga masuk ke rumah, usulan peninggian jalan lingkungan mendapat respons positif dari pemerintah Yamin- Nanda.

Kalimantan Post

Keluhan tersebut disampaikan warga dalam rapat yang difasilitasi Komisi III DPRD Kota Banjarmasin bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Jumat (12/6/2026).

Perwakilan warga, Syaiful Bob, mengatakan banjir rob telah menjadi persoalan tahunan selama kurang lebih 13 tahun. Kondisi jalan yang lebih rendah dari permukaan air pasang membuat kawasan permukiman rutin tergenang.

“Kalau air pasang tinggi, jalan dan rumah warga ikut terendam. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar 13 tahun,” ujarnya.

Menurut Syaiful, sekitar 510 jiwa terdampak kondisi tersebut. Dari 10 gang yang ada di kawasan itu, lima gang menjadi titik yang paling sering terendam saat air pasang.

Tak jarang, warga harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu ketika genangan semakin tinggi.

“Kadang ada warga yang terpaksa tidur di langgar karena rumahnya kemasukan air. Karena itu kami terus berupaya mencari solusi,” katanya.

Melalui DPRD, warga mengusulkan peninggian badan jalan sebagai langkah utama mengatasi masuknya air pasang ke lingkungan permukiman. Dari hasil rapat, usulan tersebut mendapat tanggapan positif dan direncanakan masuk dalam pembahasan anggaran perubahan tahun 2026.

“Solusi yang disampaikan berupa peninggian jalan lingkungan sekitar 15 sampai 20 sentimeter. Harapannya saat rob datang, air tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga,” tutur Syaiful.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, menilai keluhan warga layak menjadi prioritas karena kawasan tersebut sudah lama tidak tersentuh pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  JMSI Kalsel Dikukuhkan, Target Fasilitasi Verifikasi Media Siber dan Percepat Digitalisasi

“Warga sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, namun belum terealisasi. Dari informasi yang kami terima, sekitar 10 hingga 12 tahun kawasan itu belum mendapat penanganan,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu berharap pekerjaan peninggian jalan dapat direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun ini. Jika belum seluruhnya dapat dikerjakan, penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan gang-gang yang paling terdampak.

“Kami berharap bisa masuk dalam anggaran perubahan. Kalau belum memungkinkan seluruhnya, setidaknya titik-titik prioritas dapat dikerjakan lebih dulu dan dilanjutkan pada anggaran berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandy Wijaya, memastikan pihaknya telah melakukan survei lapangan dan menyiapkan konsep penanganan.

Menurut Chandra, persoalan utama di kawasan tersebut bukan terletak pada sistem drainase, melainkan rendahnya elevasi jalan yang membuat air pasang mudah menggenang.

“Permasalahan utamanya adalah banjir rob. Karena itu solusi yang disiapkan bukan pembangunan drainase, melainkan peninggian badan jalan,” jelasnya.

Ia mengatakan peninggian akan dilakukan menggunakan konstruksi beton yang diawali pemasangan lapisan pondasi. Ketinggian jalan diperkirakan bertambah sekitar 15 hingga 20 sentimeter.

“Dengan jalan yang lebih tinggi, kami berharap genangan saat rob dapat berkurang dan aktivitas warga tidak lagi terganggu,” pungkasnya.(nug/KPO-1)

Iklan
Iklan