Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Diduga Lansir Pertalite, Minibus Hangus Terbakar di SPBU Pelaihari, Pengemudi Alami Luka Bakar

×

Diduga Lansir Pertalite, Minibus Hangus Terbakar di SPBU Pelaihari, Pengemudi Alami Luka Bakar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260612 WA0041 e1781244824293

PELAIHARI, Kalimantanpost.com – Insiden terbakarnya satu unit minibus putih di SPBU Jalan Ahmad Yani (depan Pemakaman Muslimin), Pelaihari, pada Jumat (12/6/2026), membuka tabir adanya praktik modifikasi tangki BBM ilegal.

Polres Tanah Laut kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan tangki rakitan berkapasitas 200 liter di dalam kendaraan tersebut.

Kalimantan Post

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 Wita ini tidak hanya menghanguskan armada yang diduga kuat sebagai mobil pelansir Pertalite, tetapi juga mengakibatkan sang pengemudi mengalami luka bakar serius hingga harus dilarikan ke RSUD H Boejasin Pelaihari.

Meskipun wilayah Pelaihari saat itu sedang diguyur hujan, kobaran api tetap membubung tinggi dan sulit dikendalikan.

Hal ini diperkuat oleh temuan dari pemeriksaan awal kepolisian yang mendapati adanya ruang penyimpanan BBM tidak standar di kabin belakang mobil.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, menyatakan pihaknya tidak akan menoleransi aktivitas modifikasi kendaraan yang membahayakan keselamatan publik, terlebih di area objek vital seperti SPBU.

“Kami akan mendalami keterangan lebih lanjut mengenai alasan keberadaan tangki modifikasi berkapasitas besar di dalam kabin belakang mobil tersebut. Penyelidikan intensif sedang berjalan,” tegas AKBP Ricky saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Karyawan SPBU dilaporkan telah mencoba melakukan penanganan dini menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Namun, besarnya volume BBM yang tersimpan di dalam tangki modifikasi membuat material tersebut menjadi bahan bakar yang mempercepat perambatan api, sehingga APAR tidak mampu meredam kebakaran.

Api baru berhasil dikuasai setelah Polres Tanah Laut mengerahkan kekuatan penuh, termasuk menerjunkan 1 unit Armoured Water Cannon (AWC) untuk membackup armada gabungan dari BPBD Tanah Laut, serta Satpol PP dan Damkar.

Sebagai langkah hukum taktis pasca-kebakaran, Polres Tanah Laut langsung mensterilkan area dispenser SPBU terdampak menggunakan garis polisi. Di saat yang sama, Tim Inafis diterjunkan ke TKP untuk menyelidiki penyebab pasti munculnya api melalui material kendaraan, sementara proses evakuasi bangkai minibus ditangguhkan guna menjaga keaslian tempat kejadian.

Baca Juga :  Bupati Muara Enim Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Terkait OTT

Insiden ini menjadi sinyal keras bagi pengelola SPBU dan masyarakat konsumen mengenai pentingnya mematuhi prosedur keselamatan baku.

Kebakaran di ruang pengisian bahan bakar memiliki risiko fatalitas yang sangat tinggi.

Kapolres Tanah Laut mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak meremehkan regulasi keselamatan di SPBU, seperti larangan merokok dan penggunaan gawai saat pengisian berlangsung.

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Tanah Laut masih memeriksa beberapa saksi kunci, termasuk saksi mata di lokasi dan pihak SPBU, guna menyusun kronologi hukum yang komprehensif atas kasus ini. (rzk/KPO-3)

Iklan
Iklan