Dewan Desak Investor Bantu Warga Manfaatkan Infrastruktur

Palangka Raya, KP – Menindaklanjuti sempat dikeluhan warga, terkait penggunaan infrastruktur yang ada sekitar PLTU Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, mendapat respon cepat dari kalangan dewan.

Saat kunjungan kerja, Dewan meminta agar akses jalan atau jembatan yang di portal oleh pihak PT. Surya Kalimantan Sejati (PT.SKS) selaku perusahaan pembangun PLTU Kalteng -1 bisa juga dimafaatkan warga setempat, yang dari semula dibolehkan.

Kami meminta agar perusahaan mengijinkan masyarakat lewat jalan dan jembatan tersebut. Kalau alasan keamanan karena ada aktivitas truk muatan batu-bara, tentu perusahaan bisa mencari cara atau alternatif bagi masyarakat, papar Ir.Lohing Simon, Senin (21/6).

Wakil rakyat asal pemilihan Kalteng I Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini juga mengharapkan agar pihak pimpinan perusahaan PLTU memiliki kepedulian terhadap warga setempat.

Menurut legislator PDI perjuangan DPRD Kalteng ini, kehadiran pihaknya dalam kunker ke perusahaan tentunya diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Kami berharap perusahaan juga memberi hal yang positif bagi warga”, ujarnya.

Bila dirasa saat warga gunakan jalan, bisa menggangu aktivitas truk angkutan batu-bara saat lewat jembatan itu. Maka tolong buatkan jembatan alternatif bagi masyarakat, imbuhya lagi.

Anggota Komisi II lainnta Hj. Maryani Sabran juga mendesak perusahaan dapat membuka akses bagi masyarakat untuk dapat melintasi jalan dan jembatan di kawasan tersebut.

Berita Lainnya
1 dari 527

Politisi PDI Perjuangan ini juga menuntut komitmen dan janji pihak perusahaan yang siap bersama-sama merawat dan menjaga jalan negara yang dilewati perusahaan juga saat ini.

Harapan kami agar harapan masyarat bisa di dengar pimpinan perusahaan. Saran saya agar hal ini segera dicari solusi. Lakukan urung- rembuk dengan pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat. Kalau perlu dibuatkan jalan dan jembatan alternatif khusus bagi warga sekitar.

Sebab kalau hal ini berlarut-larut tanpa solusi, ucap Sako, Anggota Dewan lainnya, ketika ada persoalan antara masyarakat dengan perusahaan, maka membuat repot semuanya.

Secara terpisah bagian Humas PLTU Kajuei Maulana Muhammad bagian Humas perusahaan menjelaskan kmemang saat ini masyarakat tidak diijinkan melewati jalan dan jembatan tersebut karena faktor keamanan.

Hal itu dikarenakan Jalan dan jembatanya sempit, ada aktivitas truk-truk angkutan batu-bara, kaena faktor pertimbangan keamanan dan keselamatan, maka warga tidak diijinkan melintas disitu.

Karena adanya permintaan membuka akses jalan itu, telah pihaknya sampaikan.ke pimpinan,”ucapnya. Dan saat ini tela dibuka lagi.

Untuk perbaikan jalan selama ini diakui sudah membantu dan penanganan di spot-spot yang rusak. Namun karena hujan dan banjir kembali ada yang rusak lagi.

Harapan pihaknya agar bisa sama-sama di bangun secara bersama-sama oleh setiap perusahaan yang ada disekitar dalam bentuk konsorsium secara komprehensif di kordinir oleh pemerintah daerah, agar hasilnya juga bisa maksimal. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya