Fase Purnama Sejumlah Kawasan Kembali Terendam

Banjarmasin, KP – Luapan air kembali menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin. Dari pantauan di lapangan, kondisi tersebut terjadi lantaran meningginya permukaan air sungai akibat fase bulan purnama.

Hal itu diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi. Bahkan ia menjelaskan bahwa dari aspal, ketinggian luapan air mencapai 20 sampai 30 centimeter.

Menurutnya, kondisi terjadinya luapan air itu sebelumnya juga sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Untuk Kota Banjarmasin, kemungkinan puncaknya hari ini (kemarin),” ucapnya saat ditemui awak media di lobi gedung Balai Kota Banjarmasin, Senin (31/5).

Kendati demikian, ia menegaskan, bahwa luapan air yang terjadi kali ini berbeda pada saat awal tahun atau Januari tadi. Menurutnya, awal tahun tadi, luapan air disertai hujan dengan curah tinggi di daerah hulu.

“Yang kemudian berimbas ke Sungai Martapura, menyasar ke Kota Banjarmasin. Kemudian, luapan air hingga menyebabkan banjir di awal tahun tadi juga di luar kebiasaan,” jelasnya.

Namun bila melihat kondisi yang terjadi saat ini, ia meyakini bahwa luapan air yang terjadi masih masih dalam kondisi wajar. Alias, murni diakibatkan air pasang saja. Dan walaupun berdampak, hanya sesaat saja.

Berita Lainnya

Banjarmasin dan Batola teken MoU

1 dari 3.567

“Misalnya, air pasang sore atau siang, malam akan surut,” tambahnya.

Meski demikian, Doyo mengakui, sedikit banyaknya luapan air juga berdampak pada aktivitas dan kenyamanan warga sehari-hari. Sehingga pihaknya pun perlu mengantisipasinya.

“Yakni, dengan terus menggerakkan 50 sampai 60 orang pasukan turbo. Bekerja rutin setiap hari. Pagi dan sore hari. Titiknya, di lokasi seluruh sungai yang ada di Kota Banjarmasin,” bebernya.

“Termasuk bila ada keluhan-keluhan masyarakat, itu yang kami utamakan. Misalnya, pembersihan, sungai-sungai, hingga drainase yang mampet,” tambahnya.

Ditanya titik mana saja yang rawan tergenang, Doyo menyebut di kawasan Kecamatan Banjarmasin Tengah, yakni Zafri Zam-zam. Kemudian, di sepanjang kawasan permukiman yang bersinggungan langsung dengan Sungai Martapura.

“Termasuk di kawasan Banjarmasin Selatan. Tapi, air pasang ini kami pastikan tidak berlangsung berpekan-pekan. Kami hanya khawatir bila berbarengan dengan hujan saja. Termasuk misalnya awal musim penghujan. Tidak perlu khawatir, tapi tetap waspada,” jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan PR jangka panjang terkait penanganan banjir? Tetkait hal itu, Doyo menjanjikan bahwa pihaknya akan melakukan langkah yang lebih massif. Sesuai dengan ketersediaan anggaran di dinasnya.

“Yakni, pembenahan Sungai Veteran dan di sungai Ahmad Yani. Dua sungai ini pun akan memakan waktu dan biaya. Tapi, kami sudah melakukan pendataan. Termasuk merencanakan pembebasan lahan di samping melakukan pengerukan atau pembersihan,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya