Harga Sawit dan Karet Melambung Di tengah Pandemi

Di tengah pandemi Covid-19 ini, harga produk perkenunan justru berjaya dengan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, bahkan tertinggi dalam lima (5) tahun terakhir.

PALANGKA RAYA, KP — Meski pandemi covid 19 masih melanda Kalteng, namun yang menggembirakan harga produk perkenunan justru berjaya dengan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, bahkan tertinggi dalam lima (5) tahun terakhir.

Hal itu dibenarkan Plt.Kadis Perkebunan Kalteng Ir.Sri Suwanto melalui Kepala Bidang Pengolagan dan Pemasaran Perkebunan Ir.Evangelis,M.Si, Jum’at (11/6).

Ia mencontoh sesuai hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Kalimantan Tengah, awal Mei lalu, telah disepakati harga sawit umur 10 – 20 tahun naik Rp 26,94/Kg menjadi Rp 2.123,36/Kg.

Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) mulai April 2021, berdasarkan hasil rapat Tim diantaranya untul umur tiga tahun Rp.1.552,55, umur empat tahun Rp.1.695,03, umur lima tahun Rp.1.831.53, umur enam tahun Rp.1.884,86, umur tujuh tahun Rp.1.922,45, umur delapan tahun Rp 2.007,55, umur sembilan tahun Rp.2.060,64 dan umur sepuluh tahun sampai dengan dua puluh tahun Rp.2.123,36.

Harga kelapa sawit untuk bulan Mei telah ditetapkan Tanggal 3 Juni lalu, usiia tanam.diatas 10 tahun Rp 2.163.04 per kg, indek K 85,73%, harga CPO Rp 9.864,45, per kg, dan Rp 7.008,68 per kg.

Berita Lainnya
1 dari 499

Untuk April lalu, harga crude palm oil (CPO) tertimbang dikenakan Rp.9.657,93, kernel (inti sawit) rerata tertimbang yang sama sebesar Rp 6.982,35 dan Indeks K sebesar 85,73 persen. Kenaikan harga TBS selama tahun 2021 menunjukkan kondisi yang positif bagi penjualan TBS, sehingga turut memberikan angin segar terhadap produksi para petani pekebun sawit.

Menurut Ir. Evangelis, M.Si, harga TBS periode April 2021 mengalami kenaikan dari harga periode sebelumnya bahkan menyentuh harga tertinggi sejak 5 tahun terakhir, demikian pula harga komoditas lainnya seperti harga karet, yang dari sebelumnya jenis lum mangkok dihargai Rp 6.000 per kg tingkat, kini menjadi lebih dari Rp 8.000 per kg.

Dijelaskan komoditas sawit dan karet merupakan penopang utama perekonomian masyarakat Kalteng bidang perkebunan, disusul beberala komoditi lainnya seperti kelapa.dalam, yang juga terus mengalami kenaikan harga.

Tak disebut faktor pendorong kenaikan komoditas perkenunan dimaksud, tetapi dengan demikian petani menerima penghasilan yang lebih baik, dan diharapkan sebagian dari penghasilannya digunakan untuk menopang kehidupan.

Namun diingatkan lagi sebagian dibelanjakan untuk pembelian sarana produksi pemeliharaan tanaman guna lebih “meningkatkan produksi dan capaian potensi produktivitas kebun mereka,” ungkapnya.

Perlu kerja sama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit, agar harga TBS petani sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak, sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit, maupun karet dapat terwujud. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya