Pembahasan Raperda Perumda Cuma Diikuti Enam Anggota Dewan

Rapat Pansus yang juga dihadiri Direktur Umum (Dirut) PD PAL Rahmatullah ini hanya dihadiri 6 anggota Pansus termasuk Sukhrowardi selalu Ketua Pansus

BANJARMASIN, KP- Keseriusan anggota panitia khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD Kota Banjarmasin dalam membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tampaknya patut dipertanyakan.

Pasalnya, tingkat keaktifan dan kehadiran wakil rakyat dalam mengemban salah satu tupoksinya yaitu tugas legislasi ini sangatlah minim.

Buntutnya, kursi kosong dalam setiap rapat di tingkat Pansus menjadi hal biasa seperti ketika rapat pembahasan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Minimnya kehadiran anggota pansus ini juga terjadi pada pada saat pembahasan Raperda tentang Pembentukan. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) , Selasa (22/6/2021) kemarin.

Dari pantauan {KP} rapat Pansus yang juga dihadiri Direktur Umum (Dirut) PD PAL Rahmatullah ini hanya dihadiri 6 anggota Pansus termasuk Sukhrowardi selalu Ketua Pansus.

Sedangkan anggota Pansus yang terlihat hadir Hendra Yunan Chandra, Saut Nathan Samosir Amelia Handayani dan Wakhid Husaini.

Berita Lainnya

Satgas Belum Rekomendasikan PTM

1 dari 3.201

Kendati dihadiri 6 dari sebanyak 15 anggota Pansus, pembahasan Raperda PALD tetap berjalan sesuai jadwal dan telah mendapatkan beberapa masukan penting.

Ketua Raperda Pansus Perumda PALD Sukhrowardi mengatakan, dalam pembahasan lanjutan digelar poin utama yang menjadi catatan adalah, bagaimana menyempurnakan dan mendorong aset yang dimiliki PD PAL bisa berdaya guna, jika nantinya status badan hukum berubah menjadi Perumda PALD.

“Jadi harus ada kejelasan supaya seluruh aset yang dimiliki dapat berdaya guna. Melalui perubahan badan hukum inilah legalnya,” ucap Sukhrowardi usai memimpin rapat Pansus yang di gelar di Ruang Mini Kantor DPRD Kota Banjarmasin.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, selain itu perlu ada komitmen bersama dalam mendayagunakan Perumda sebagai sebuah perusahaan yang sehat dan punya visi jelas.

“Apalagi layanan sanitasi ini sudah menjadi suatu keharusan untuk sebuah daerah yang sedang berkembang. Oleh karena itu, kita terus mendorong agar layanan sanitasi di Kota Banjarmasin dapat berkembang dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu di ruang komisi II DPRD Kota Banjarmasin juga tengah membahas Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Berbeda rapat pembahasan Raperda RTRW yang minim dihadiri anggota Pansus., rapat dengan mengundang Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan dipimpin Rahman Nanang Ridwan selaku Ketua Pansus itu hampir seluruh anggota pansus ini hadir. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya