FESyar Banua 2021, Dorong Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Kalsel

Banjarmasin, KP – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Festival Ekonomi Syariah Banua – Semarak Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia 2021. Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Atrium Duta Mall, Banjarmasin, Jumat (23/7/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, dinas terkait serta sejumlah unsur Forkopimda Kalsel.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, mengungkapkan, melalui FESyar ini diharapkan dapat mendorong ekonomi dan keuangan syariah untuk terus maju dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di Kalsel.

“Dari data statistik menunjukkan, bahwa pertumbuhan ekonomi syariah ini maju cukup pesat. Karena prinsip-prinsip syariah ini, di samping mudah juga sesuai dengan mayoritas masyarakat Indonesia yang muslim,” ujarnya, usai membuka kegiatan FESyar 2021.

Dikatakan Safrizal, di antara prinsip-prinsip syariah tersebut adalah untuk kesejahteraan bersama. Tidak memupuk kekayaan pada satu pihak, tapi mendistribusikan hasil pendapatan untuk semua.

“Prinsipnya kerjasama dan menghindarkan riba. Semoga, dengan mendorong ekonomi syariah ini, terutama bagi Kalsel yang religius, ekonomi dapat terus berjalan. Baik itu level besar hingga level UMKM. Di mana, UMKM ini merupakan pangsa terbesar perkonomian kita hingga mencapai 96 sampai 98 persen jumlahnya. Mudah-mudahan di kuartal II dan III ekonomi Kalsel lebih positif,” ucap Safrizal.

Sementara, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Amanlison Sembiring, mengatakan, pandemi Covid 19 telah memberikan tantangan yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia dan dunia.

“Pandemi Covid 19 yang menghantam perekonomian telah memaksa ekonomi di banyak negara termasuk Indonesia terkontraksi serta mengganggu rantai pasok global. Hal ini mendorong banyak negara untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimilikinya melalui transformasi ekonomi,” ujarnya.

Amanlison menambahkan, transformasi ekonomi dapat memperkuat struktur perekonomian nasional untuk tumbuh tinggi dan berkelanjutan melalui penguatan sektor unggulan, termasuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Terlebih di tengah implementasi bauran kebijakan nasional akibat pandemi Covid 19, kinerja ekonomi syariah secara umum tumbuh lebih baik jika dibandingkan perekonomian nasional.

Berita Lainnya

BANK Kalsel Serahkan Bantuan Banjir ke Kalteng

Bermula Hobi Kini Jadi Bisnis Ratusan Juta

1 dari 926

“Jika diwakili oleh sektor prioritas dalam pengembangan ekosistem halal value chains, yaitu sektor pertanian, makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim, kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mencapai -1,72% (yoy), tidak sedalam ekonomi nasional yang mencapai -2,07% (yoy),” ungkap Amanlison.

Menurutnya, ekonomi syariah mengedepankan kemitraan yang berkeadilan, mencegah spekulasi non-produktif yang dapat memicu ketidakstabilan, serta memandang kelestarian alam sebagai amanah yang harus dijaga.

Lebih jauh, dikatakannya, pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional dapat tercermin dari data Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan terkait Pembiayaan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Bulan April 2021 yang tumbuh sebesar 7,6% (Ytd) menjadi 1.539 Triliun Rupiah.

“Perkembangan ekonomi syariah juga tercermin dari data pangsa sektor Halal Value Chain terhadap pertumbuhan ekonomi domestik sebesar 24,86% di tahun 2020, melanjutkan tren peningkatan selama 4 tahun terakhir,” sebutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BI bersama Pemerintah dan otoritas terkait lainnya terus bersinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui kebijakan pengembangan ekonomi syariah nasional yang semakin fokus, ditandai dengan penetapan peraturan presiden No. 28 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

“Kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021” hari ini merupakan implementasi program ekonomi syariah Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia yang mendukung pilar penguatan riset, asesmen, dan edukasi,” kata Amanlison lagi.

Sebagai informasi, Fesyar atau Festival Ekonomi Syariah adalah event syariah terbesar di Indonesia yang terdiri dari Sharia Economic Forum dan Sharia Fair.

Dalam menyemarakkan kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021”, KPw BI Kalsel bekerjasama dengan Pemprov Kalsel menyelenggarakan sharia economic forum secara virtual terkait Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif melalui Optimalisasi Dana Ziswaf (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf), diseminasi laporan ekonomi dan indeks literasi syariah, dan kegiatan edukasi ekonomi serta keuangan syariah.

“Kami juga mengadakan sharia fair melalui pameran UMKM dan pondok pesantren yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 Juli 2021 di Duta Mall, Banjarmasin,” terang Amanlison.

Ia berharap, melalui kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021”, dapat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Selatan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Sebagai informasi, UMKM Kalimantan Selatan yang mengikuti sharia fair pada hari ini merupakan UMKM unggulan yang telah lulus kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), diantaranya, Duan Sasirangan, Geliat Tenun Pagatan, Refa Gallery, Casheila Creative, dan Kukis Talipuk Wadaikoe.

“Bahkan, ada 2 UMKM unggulan Kalsel, yaitu Refa Gallery dan Kukis Talipuk Wadaikoe, telah lulus kurasi untuk mengikuti pameran di Singapura dalam kegiatan Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor (PAMOR BORNEO) di Singapura pada tanggal 28 Juli –
18 Agustus 2021,” pungkasnya. (opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya