Kasus Meningkat, Zona Oranye Bertambah

Banjarmasin, KP – Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin ternyata berdampak pada bertambahnya wilayah yang menjadi zona oranye.

Jika kemarin, Selasa (13/07) lalu terjadi penambahan 103 kasus, berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Banjarmasin, zona oranye bertambah di tiga kelurahan.

Sebelumnya, zona oranye sendiri sudah ada di enam kelurahan. Artinya, kini ada sembilan kelurahan yang terdapat zona oranye penyebaran Covid-19.

Hal itu diakui langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi kepada awak media disela Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Banjarmasin, Rabu (14/07) siang

“Kita akui kenaikan kasus Covid-19 dalam tiga hari belakangan ini cukup drastis. Itu artinya saat ini Banjarmasin sudah dalam warning,” ucapnya.

Machli merincikan, sembilan kelurahan yang sekarang ini didalamnya terdapat zona oranye yakni Kelurahan Sungai Miai, Sungai Andai, Surgi Mufti, Pekapuran Raya, Pemurus Dalam, Tanjung Pagar, Belitung Selatan, Kelurahan Melayu dan Kelurahan Basirih Selatan.

“Sebenarnya zonasi sebaran Covid-19 ini berlaku untuk wilayah RT. Kenapa zonasinya seperti itu karena kita menghitungnya per skala mikro,” jelasnya.

Melihat kondisi ini, Machli pun mengimbau agar masyarakat bisa lebih menaati protokol kesehatan ditengah pandemi yang sedang melanda. Terlebih dengan meningkatnya kasus Covid-19 yang meningkat saat ini.

“Terutama harus menggunakan masker, untuk saat ini orang sangat sulit untuk menjaga jarak. Tetapi asalkan kita menggunakan masker, kemungkinan besar penularan itu kecil. Karena penularan terjadi melalui droplet,” pungkasnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah-wilayah tersebut? Machli menjelaskan bahwa semuanya masih tetap jalan seperti biasa, sembari menunggu evaluasi yang per pekannya.

“Tetap jalan saja. Kita evaluasi seminggu kemudian. Apakah ada peningkatan kasus atau siswa yang terpapar virus. Kalau ada terpaksa sekolah itu kita tutup dulu selama 10 hari,” tandasnya.

{{Covid Hunter’ Hoax}}

Berita Lainnya

Wartawati KP Dapat Baju Kaos dari Presiden

Bantuan Sembako Jokowi Disambut Antusias Warga

1 dari 1.313

Disisi lain kabar adanya Covid Hunter yang beredar di berbagai grup media sosial (medsos) membuat keresahan di masyarakat. Pasalnya, chat yang telah tersebar luas itu menyebutkan adanya batasan aktivitas pada malam hari, maksimal sampai pukul 19.00 yang berlaku pada 10 – 20 Juli.

Isi chat tersebut menyebutkan, jika melanggar akan ditertibkan oleh Tim Covid Hunter lintas sektor yang menertibkan dengan membawa petugas laboratorium dan ambulance.

Tidak sampai disitu, warga yang melanggar tersebut juga bakal langsung di swab di tempat. Bila reaktif, langsung di isolasi di wisma BKD malam itu juga.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menegaskan bahwa kabar tersebut dipastikan bohong atau hoax.

“Tidak benar, tidak pernah ada petugas kita yang menyebarkan kabar itu ke masyarakat,” tegasnya saat ditemui awak media di Ruang Rapat Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin, Rabu (14/07) siang.

Seperti diketahui, kabar tersebut menuliskan adanya Tim Covid Hunter yang bakal berkeliling setiap malamnya mulai pukul 19.30 selama 2 jam dengan titik kumpul di Kodim.

Tim tersebut berisikan petugas dari unsur Polres, Kodim, Dinkes, Satpol PP, BPBD dan Dishub. Kemudian, petugas Dinkes juga diminta menyediakan 1 ambulance dan 1 mobil dinas dgn petugas juga melakukan swab random sebanyak 20 sasaran setiap harinya

Petugas Dinkes setiap harinya terdiri dari satu orang driver (umum), tiga orang petugas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang berada di mobil dinas Dinkes, sedangkan di mobil Ambulance berisikan dua orang petugas PSC.

Machli membeberkan, kabar yang membuat warga Banjarmasin menjadi resah ini juga terjadi di wilayah lain seperti di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng)

“Isi kalimat pesannya pun juga sama persis, tidak hanya di Banjarmasin. Mungkin di wilayah Jawa juga sama,” tukasnya.

Karena itu, mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu meminta masyarakat agar tidak mudah untuk mempercayai kabar-kabar atau berita yang tidak jelas darimana sumbernya.

“Yang pasti, kita minta masyarakat harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena dengan cara seperti itu kota bisa mengendalikan pandemi yang terjadi sekarang ini,” tuntasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya