BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengklaim sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan capaian yang melampaui rata-rata nasional. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti efektivitas pelaksanaan berbagai program strategis yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Berbagai program pembangunan yang dijalankan merupakan turunan dari kebijakan nasional yang kemudian diterjemahkan ke dalam RPJMD, rencana strategis perangkat daerah, hingga program tahunan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Ir H Nurul Fajar Desira, mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Selatan saat ini mencapai 76,1 atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun daya beli.
“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga mencapai 5,2 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan global,” ujar Fajar Disira dalam perbincang santai yang bertema “Tugul Maharagu, Begawi Laju, Banua Maju” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel bersama insan pers di Depot Soraya, Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).
Di sektor kesejahteraan, angka kemiskinan di Kalimantan Selatan terus mengalami penurunan. Berdasarkan data tahun 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 3,7 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada pada kisaran 8,9 persen.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,9 persen atau lebih rendah dibandingkan angka nasional. Kondisi tersebut mencerminkan semakin terbukanya peluang kerja dan membaiknya pasar tenaga kerja di daerah.
Tak hanya sektor sosial dan ekonomi, kualitas lingkungan hidup di Kalimantan Selatan juga menunjukkan tren positif. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai angka 78, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, terutama persoalan banjir dan berbagai isu lingkungan lainnya yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan berbagai capaian pembangunan tersebut akan terus diperkuat melalui implementasi program yang telah dituangkan dalam RPJMD dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Program-program pembangunan akan terus dilanjutkan dan diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” demikian TAG Nurul Fajar Desira dalam pemaparan tersebut. (nau/KPO-1)















