Keputusan PPKM Kota Banjarbaru Menunggu Intruksi Presiden RI Pada 25-26 Juli

Banjarbaru, KP – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia memimpin rapat koordinasi Pembahasan Evaluasi dan Penerapan PPKM Level IV di Luar Jawa-Bali, bertempat Ruang Command Center Balai Kota Banjarbaru pad Jumat (23/07/2021).

Wali Kota Banjarbaru H. Aditya Mufti Ariffin didampingi Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah, Kapolres Banjarbaru, Dandim1006/Banjar, Kepala Dinas Kesehatan.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin,
menyampaikan untuk keputusan PPKM akan kembali menunggu instruksi dari Presiden pada 25 atau 26 Juli 2021 mendatang. Aditya, membeberkan bahwa terdapat beberapa kriteria dalam penggolongan suatu wilayah termasuk pada level II, III atau IV.

Berita Lainnya
1 dari 690

Di antaranya melihat angka indeks jumlah kematian para pasien Covid-19 maupun tingginya angka penularan virus corona (positif-rate) di masyarakat.

“Kota Banjarbaru juga harus menunggu lagi soal pengumuman resmi status pandemi dari Presiden Joko Widodo serta Instruksi Kementerian Dalam Negeri. Apakah Kota Banjarbaru menggunakan PPKM level 2, 3 atau 4. Tergantung dari instruksi saja,” Jelas Aditya.

Sekedar diketahui, dalam dokumen salinan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 23 Tahun 2021 yang ditanda tangani, pada Rabu (21/7/21) kemarin, memuat sejumlah daftar wilayah di luar Pulau Jawa – Bali yang digolongkan dalam kriteria situasi pandemi level III sampai IV.

Namun, dalam dokumen tersebut tak mencantumkan nama Provinsi Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarbaru, baik pada kriteria level III atapun IV. Padahal, berdasarkan data KPC-PEN, Banjarbaru bersama Banjarmasin digolongkan masuk ke dalam daftar wilayah dengan status level III. (dev/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya