PTM di Kalsel Terancam Ditunda

Berita Lainnya
1 dari 3.188

Banjarmasin, KP – Pelaksanaan pembelajaran tatap mukda (PTM) di Kalsel terancam tertunda, menyusul terjadinya peningkatan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir.
“PTM bisa ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Sampai benar-benar siap melaksanakannya,” kata Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA kepada wartawan, usai paripurna istimewa dengan agenda pelantikan PAW anggota DPRD Kalsel, HM Isra Ismail, Rabu (7/7/2021), di Banjarmasin.
Safrizal mengatakan, PTM akan ditinjau kembali, dengan melihat peningkatan kasus Covid-19, terutama di daerah yang dinilai belum aman untuk anak sekolah.
“Memang belum siap, walaupun satgas sedang bekerja untuk mengecek kesiapan sekolah,” tegasnya.
Ditambahkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sekolah yang hendak melaksanakan PTM, sehingga dapat mencegah anak sekolah dari paparan Covid-19, termasuk menyiapan sarana dan prasarana pendukungnya.
“Salah satunya, guru harus divaksin semuanya. Kalau ada satu saja belum di vaksin, maka sekolah tidak boleh melaksanakan PTM,” ujar Safrizal
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin mendukung penundaan PTM, karena faktor keamanan harus jadi yang utama melihat situasi saat ini Covid 19 yang mengalami lonjakan.
“Sebaiknya kita tunda dulu sampai dipastikan betul-betul aman, sehingga tidak perlu mengambil resiko yang tidak sebanding dengan memaksanakan untuk PTM,” kata politisi Partai Gerindra.
Lutfi Saifuddin mengakui, anak dan orangtua sudah jenuh dengan pembelajaran secara daring, sehingga memilih PTM. Bahkan angket di sekolah memperlihatkan 80-90 persen orangtua ingin tatap muka dan 80-90 persen guru juga menginginkan hal yang sama.
“Masyarakat harus sabar dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” tambah Lutfi Saifuddin.
Pemprov Kalsel juga sudah menyusun langkah-langkah persiapan PTM. Rencananya, dari semua sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB hanya sebagian yang melaksanakan PTM. Yakni cuma satu sekolah tiap jenjang tersebut di tiap kabupaten dan kota. Itu pun akan dilihat dulu kesiapan dari tiap-tiap sekolah.
Sejumlah sekolah yang rencana menjadi piloting untuk jenjang SMA meliputi, SMAN 5 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 1 Martapura, SMAN 1 Rantau, SMAN 1 Daha Utara, SMAN 2 Barabai, SMAN 2 Amuntai, SMAN 1 Awayan, SMAN 1 Pelaihari, SMAN 1 Angsana, SMAN 1 Kotabaru dan SMAN 2 Tanjung.
Sementara di sekolah SMK meliputi, SMKN 3 Banjarmasin, SMKN 2 Banjarbaru, SMKN 1 Martapura, SMKN 1 Rantau, SMKN 1 Daha Selatan, SMKN 1 Barabai, SMKN 2 Amuntai, SMKN 1 Batumandi, SMKN 1 Pelaihari, SMKN 1 Simpang Empat, dan SMKN 1 Kotabaru.
Sedangkan SLB ada enam, yakni SLB 3 Martapura, SLB Negeri Pembina, SLB Kotabaru, SLB Kandangan, Balangan dan SLBN 2 Banjarmasin. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya