Sampah Isoman Jangan Dibuang Sembarangan

Banjarmasin, KP – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin meminta warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah untuk tidak sembarangan membuang sampah.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, DLH Banjarmasin, Marzuki menilai, warga yang melakukan isolasi secara mandiri seharusnya sadar dan mengetahui bagaimana cara mengelola sampah yang dihasilkannya.

“Misalnya masker, kan sudah ada arahan sebelum membuang, maskernya digunting atau dirusak dulu. Supaya tidak dipungut yang kemudian dipakai kembali oleh pemulung,” ucapnya saat ditemui awak media di Balai Kota.

Bukan tanpa alasan, penekanan tersebut dilakukan lantaran adanya resiko penularan virus yang terjadi dari sampah yang dihasilkan warga isoman. Khususnya sampah masker dan tisu yang digunakan.

“Tidak menutup kemungkinan masker bekas ini jadi media penularan,” tegasnya.

Selain merusak masker bekas pakai, pria dengan sapaan Jack itu juga menghimbau agar sampah yang ia hasilkan selama menjalani isoman bisa dibungkus rapi dan rapat dengan kantongan.

Kemudian. Ia meminta yang bersangkutan juga harus berkoordinasi dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.

“Jadi Ketua RT bisa mengkomunikasikannya dengan petugas kebersihan (paman sampah). Supaya bisa diamankan dan tidak dibongkar pemulung, waktu dibuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah),” imbuhnya.

Selain itu, Marzuki juga telah menghimbau seluruh petugas kebersihan yang ada di bawah kewenangannya untuk tidak menyentuh langsung sampah-sampah. Terutama masker dan tisu.

Berita Lainnya
1 dari 3.587

“Selama menjalankan tugasnya, petugas kita sudah diinstruksikan untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa sarung tangan, masker dan sepatu boot,” ujarnya.

Lantas, setelah sampai ke TPS, bagaimana penanganan sampah isoman itu selanjutnya?

Terkait hal itu, Marzuki mengaku sampah tersebut akan langsung dikubur di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjar Bakula yang ada di Jalan Lingkar Basirih.

“Tapi akan lebih baik jika warga yang isoman bisa mengubur sampah bekas isoman sendiri sebagai bentuk tanggung jawab kepada dirinya sendiri,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, sebetulnya dalam Perda sudah disebutkan sebelum membuang sampah untuk membungkusnya ke dalam plastik. Selain agar tidak berhamburan, juga untuk keamanan.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ditemukan penularan Covid-19 dari sampah, baik ke paman sampah maupun ke petugas di lapangan,” tandasnya.

Apa yang dijelaskan Marzuki rupanya sudah dilakukan oleh salah satu warga yang menjalani isolasi mandiri. Yakni Nathan.

Ia menceritakan, sejak divonis terkonfirmasi positif Covid-19 melalui hasil swab PCR pada 25 Juli 2021 yang lalu, ia masih menampung sampah masker dan tisu bekas yang ia gunakan di tempat khusus.

“Rencananya sampah-sampah ini mau dibakar sendiri. Setelah saya dipastikan negatif dulu,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan pesan singkat, Rabu (28/07) siang.

Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan ketua RT setempat dimana ia menjalani isoman.

“Alhamdulillah sudah lapor, dan warga sekitar juga masih welcome saja dengan keberadaan saya yang lagi menjalani isoman di rumah,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya