Banyak Dicari, Stok Kain Kafan Sempat Kosong

Menurut Amel, saat ini kalau pun stoknya ada, harganya akan naik. Sebelumnya, harga normal Rp 190 ribu/rol, sekarang dijual Rp 230 ribu/rol. Berarti, ada kenaikan Rp 40 ribu per rolnya (satu rol 27,3 meter).

Berita Lainnya
1 dari 924

BANJARMASIN, KP – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan mengakibatkan banyak usaha yang gulung tikar. Namun, sejumlah usaha justru tak berpengaruh. Sebaliknya, omzetnya justru meningkat.
Salah satunya, seperti penjual kain kafan atau kain kaci yang berbahan katun. Tingginya angka kematian selama pandemi membuat permintaan kain kafan melonjak.
Akibatnya, persediaan kain pembungkus jenazah itu menipis. Bahkan, sejumlah pedagang mengaku stoknya sempat kosong beberapa pekan.
Di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, misalnya. Salah seorang pedagang kain, Amel mengatakan, kain kaci merek Camel di tokonya hanya tersisa beberapa meter saja. Padahal pembeli banyak yang mencari.
“Stoknya sudah hampir sebulan ini kosong. Saya memesan kain dari pulau Jawa,” ujarnya, kemarin. 
Meski tak mengetahui pasti penyebab kain tersebut sempat kosong. Namun, ia menduga, penjualan kain kaci tersebut naik drastis, lantaran naiknya jumlah kematian pasien Covid-19.
Ia memperkirakan, toko grosir di pulau Jawa juga kewalahan menghadapi melonjaknya permintaan pasar. Sehingga, pelanggan di Banjarmasin sempat tak kebagian.
“Di sana kan angka Covid juga tinggi dan banyak yang meninggal karenanya,” katanya.
Menurut Amel, saat ini kalau pun stoknya ada, harganya akan naik. Sebelumnya, harga normal Rp 190 ribu/rol, sekarang dijual Rp 230 ribu/rol. Berarti, ada kenaikan Rp 40 ribu per rolnya (satu rol 27,3 meter).
“Sebenarnya, ada merek lain. Harganya juga lebih murah, Rp180 ribu per rol. Tapi, kualitasnya agak kurang, tekstur kainnya lebih kasar. Makanya kurang diminati,” sebutnya.
Tak jauh berbeda, dengan yang dikatakan Amah, pemilik toko alat-alat kematian yang ada di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin. Diakuinya, stok yang ada di tokonya hanya tersisa kain kafan untuk ukuran anak-anak.
“Ukuran untuk yang dewasa sudah habis. Tapi, informasinya sih pasokannya sudah tiba di Banjarmasin,” ungkapnya. 
Sedangkan, Nurdin, pedagang kain lainnya di Pasar Sudimampir, menuturkan, banyak pembeli datang ke tokonya mencari kain putih biasa sebagai pengganti kain kafan.
Dikatakannya, saat kosong kemarin banyak warga menggunakan kain putih biasa sebagai pengganti kain kafan.
“Sebenarnya, saya tidak jual kain kafan. Tapi, karena di toko-toko alat kematian sudah kosong, makanya mereka beralih kemari untuk mencari kain jenis lain asalkan berwarna putih,” ujarnya. 
Lantaran kualitasnya lebih bagus, harga per meternya pun lebih mahal. “Kain ini biasanya dipakai orang untuk ibadah haji atau umrah. Kainnya lebih bagus mutunya. Harganya Rp40 ribu per meter,” imbuhnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya