Data Penerima Bantuan Isoman Membengkak

Banjarmasin, KP – Data warga penerima bantuan yang sedang menjalani isolasi mandiri di Kota Banjarmasin mengalami pembengkakan dari jumlah awal.

Padahal, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah menyiapkan sebanyak 1.000 bantuan paket sembako yang telah disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang tersebar di lima kecamatan.

Jumlah tersebut ternyata masih dianggap kurang.

Alhasil, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo pun berjanji, pihaknya bakal menambah lagi jumlah paket bantuan untuk warga yang melakukan Isoman.

“Rupanya sejalan dengan pembagian sembako, data tersebut dirasa membengkak. Kemungkinan 1.000 paket ini masih kurang,” ucapnya saat ditemui awak media belum lama tadi.

Edy mengatakan, bantuan seribu paket sembak di lima kecamatan tersebut ternyata belum cukup untuk memenuhi seluruh warga yang menjalani Isoman.

Berdasarkan data terbaru yang diterimanya, setidaknya diperlukan sebanyak 130 paket sembako untuk 1 kelurahan. Artinya sedikitnya diperlukan 5.000 paket sembako lagi untuk bisa membagi ke seluruh warga yang sedang menjalani isoman.

Berita Lainnya

DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

1 dari 3.586

“Tapi sebelum melakukan penambahan paket bantuan ini, kita akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan, untuk memastikan lagi jumlahnya. Di beberapa kelurahan tampaknya juga masih ada warga yang belum melaporkan diri ke Dinkes,” tambahnya.

Disamping itu, Edy menilai, dalam situasi sekarang banyak masyarakat yang juga ingin mendapatkan bantuan yang berasal dari Biaya Tak Terduga (BTT) tersebut.

Padahal sudah jelas, paket sembako ini hanya diperuntukan bagi warga yang sedang menjalani isoman, yang disertai dengan surat keterangan dari Puskesmas setempat.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana memberikan penjelasan kepada masyarakat luas,” tandasnya.

Edy menegaskan, bantuan paket sembako senilai Rp150 ribu per paket ini, tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan dari pusat.

Mengingat saat ini, Pemerintah Pusat juga sedang menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui kantor PT Pos.

“Makanya kita harus verifikasi lagi agar tidak ada tumpang tindih bantuan,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya