Disdag Kalsel Fokus Promosikan Produk Lokal

Tak hanya di depan kantor setempat, Birhasani menyebutkan, Dinas Perdagangan Kalsel juga telah memasang baliho ukuran besar di ibu kota, tepatnya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara untuk memperluas promosi produk kerajinan khas Kalsel.

BANJARMSIN, KP – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini sedang fokus mempromosikan produk-produk lokal melalui laman Niaga Borneo. Informasi tersebut dapat diakses di alamat disdag.kalselprov.go.id/niagaborneo.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, menyampaikan, website promosi itu sudah dimanfaatkan oleh ratusan UMKM Kalsel, baik untuk promosi maupun transaksi.

Ada berbagai produk dari UMKM lokal yang dipromosikan, seperti makanan, minuman, kerajinan, dan batuan permata yang berkualitas nasional, bahkan memiliki nilai ekspor.

“Kami akan terus mempromosikan produk UMKM Kalsel dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki, videotron, papan reklame, baliho, website, facebook, instagram,” ujar Birhasani,” Minggu (22/8).

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah memasang baliho promosi yang diletakkan di sejumlah titik agar mudah dilihat oleh orang banyak dan produk lokal Kalsel siap memasuki pasar global.

Tak hanya di depan kantor setempat, Birhasani menyebutkan, Dinas Perdagangan Kalsel juga telah memasang baliho ukuran besar di ibu kota, tepatnya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara untuk memperluas promosi produk kerajinan khas Kalsel.

Berita Lainnya
1 dari 926

“Promosi dilengkapi dengan nama UMKM, alamat serta nomor kontak para pelaku usaha yang memudahkan calon pembeli untuk bertransaksi,” kata Birhasani lagi.

Dirinya berharap, berbagai upaya yang telah dilakukan ini mampu membantu para pelaku UMKM tetap eksis bertahan di masa pandemi COVID-19.

Di sisi lain, tentu diharapkan masyarakat Banua juga bangga menggunakan produk lokal.

Bahkan, di bulan depan, Dinas Perdagangan Kalsel akan mengikutsertakan produk UMKM lokal di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) berskala internasional yang akan dilaksanakan secara virtual.

“UMKM dan jenis produknya kan banyak, kita kurasi yang diikutkan dalam pameran internasional ini adalah produk UMKM yang memiliki kualitas ekspor,” imbuh Birhasani.

Di tengah pandemi saat ini, UMKM mengalami berbagai permasalahan, seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun hingga PHK karyawan.

Tentu saja, hal ini akan menjadi ancaman bagi pertumbuhan perekonomian di daerah maupun nasional. Untuk membangkitkan kembali kondisi ini, diperlukan solusi dan pemulihan UMKM, khususnya di Kalsel yang terdampak Covid-19.

“UMKM salah satu sektor yang membutuhkan perhatian. Kita akan dukung setiap langkah UMKM di Kalsel agar kembali bangkit, seperti dengan mempromosikan produk lokal unggulan,” jelasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya