PMK Kyokoshin Kalsel
Sejak dulu merasa
Dianaktirikan Forki

Perguruan karate aliran full contact sejak dulu merasa di anaktirikan intuk organisasi olahraga bela diri karate, karena tidak pernah difasilitasi dalam semua kegiatannya.

Banjarmasin, KP – PMK (Pembinaan Mental Karate) Kyokoshin Kalimantan Selatan, sebagai salah satu perguruan karate beraliran full contact, sejak dulu merasa selalu dianaktirikan induk organisasi karate, yakni FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia).

Menurut legenda Kyokushinkai Kalsel, Sensai Geman Yusuf, SH,MH karateka senior DAN IV aliran full contact memang kurang mendapatkan perhatian , sehingga tidak pernah difasitilasi untuk semua kegiatannya, termasuk kegiatan pertandingan, maupun dukungan untuk tempat latihan dan lain sebagainya.

Sikap Forki ini, kata Geman Yusuf yang juga seorang Advokad, sangat kontradiktif dengan perlakuan pada perguruan karate aliran no contact atau sotokan, yang selalu difasilitasi untuk menggelar berbagai kegiatan, termasuk pertandingan.

Aliran full contact di daerah ini, kata Geman ada beberapa perguruan, namun karena tidak adanya event yang difasilitasi Forki, maka perguruan-perguruan tersebut menjadi vakum.

Dari segi kuantitas, Geman mengakui jumlah perguruan aliran no contact atau sotokan, memang lebih banyak dibandingkan aliran full contact, seperti perguruan Inkai, Inkanas, Lemkari, Inkado dan lain-lainnya. Namun seyogianya Forki juga memberikan dukungan yang sama terhadap PMK Kyokushinkai dan perguruan full contact lainnya. Sehingga kegiatan karate di daerah ini menjadi semarak.

Berita Lainnya

Polda Kawal Kontingan Atlet Kalsel

1 dari 427

Misalkan Forki menggelar event untuk perguruan aliran sotokan, tetapi juga menampilkan pertandingan full contact. ‘’Saya berani pastikan olahraga karate banua akan lebih berkembang, penggemar oolahraga bela diri karate bisa melihat dan memilih perguruan aliran mana yang mereka akan ikuti dan masuki,’’ cetus Geman.

Geman Yusuf yang pemilik RM Sari Patin Kayu Tangi Banjarmasin ini mengaku agak gembira dengn Forki Banjarmasin yang diketuai Sensai H Johansyah, yang mendirikan Dojo Karate di ula lantai 4 Kejaksaan Tinggi Kalsel di Jl DI Panjaitan Banjarmasin.

‘’Pak Johan bahkan memberi tahu semua perguruan karate di Banjarmasin untuk menggunakan fasilitas tersebut untuk tempat latihan, baik perguruan sotokan mupun full contact,’’ papar Geman.

Dia berharap dengan sikap ketua FORKI Banjarmasin tersebut, PMK Kyokoshin dan perguruan full contact lainnya akan bergairah, karena merasa juga mendapatkan perhatian tidak seperti sebelumnya, aliran full contact merasa di anaktirikan, pungkas Geman..

Perguruan PMK Kyokoshin di Banjarmasin berdiri sejak tahun 1980-an, dengan pusatnya di Kota Batu Malang Jawa Timur dengan pendirinya Shihan Nardi T Nirwanto (alm) dan Senpai Priyadi Limantara (alm).

Geman mengembangkan PMK Kyokushin di Kalimantan Selatan bersama Sensai Berlianto, Senpai Apung, Senpai Rudy dan Sensai Taufik Pengky. (nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya