Ibnu Anggap Guyonan ‘Ading Basid’ Sebagai Hiburan

Banjarmasin, KP – Viral di media sosial sebuah video yang menunjukan bahwa kendaraan beroda empat bisa melintasi Jembatan Alalak I, dengan mengatasnamakan adik Basid.

LBerkaitan hal tersebut, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku terkejut dan tidak mengetahui siapa sosok Basid itu sebenarnya.

“Basid ini sekarang jadi viral. Bahkan jembatan Alalak I ini juga sudah berubah nama menjadi Jembatan Basid, seperti yang saya lihat di media sosial. Tapi kita tidak tau juga siapa Basid itu,” ucapnya, Kamis (23/9)

Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini menganggap bahwa hal itu hanya bagian cara warga mencari hiburan.

“Sesuatu yang kemudian viral itu kan momentum. Tidak bisa dibuat-buat. Mungkin setelah ini Basid bisa jadi terkenal. Bahkan Kalau bisa menjadi jadi Gubernur ini,” candanya.

Meski demikian. Ibnu mengaku juga tidak mengenali siapa sosok Basid sebenarnya. Tau-tau, dari sore kemarin (22/09) viral di grup-grup Whastapp.

“Sekarang jadi tren. Ada mengaku adik Basid, Istri Basid, teman Basid. Bahkan sebelum Jembatan Alalak 1 diberi nama, sudah dinamakan Jembatan Basid oleh warganet,” pungkasnya.

Belakangan viral nama Basid yang dikaitkan dengan keberadaan Jembatan Alalak 1.

Berita Lainnya

Pasalnya melalui sebuah video berdurasi 30 detik itu, memperlihatkan seorang ibu di dalam mobil ingin melintas di Jembatan Alalak 1.

Awalnya, jalan akses menuju jembatan ditutup, Namun setelah ibu itu menyebut nama Basid, spontan petugas yang berjaga memberikan akses untuk dirinya lewat.

Padahal jelas, jembatan penghubung kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala itu masih ditutup untuk umum.

“Keluar lah. Aku anu…. ading Basid,” ucap, Ibu bersangkutan dalam rekaman video.

Lantas, siapa sosok Basit sebenarnya hingga menjadi viral?

Dari berbagai informasi yang diterima, sosok tersebut diketahui bernama Abdul Basid yang merupakan salah satu warga Griya Permata, Handil Bakti, Kab. Batola.

Dari informasi yang didapat, Basid adalah seorang Wakar atau penjaga malam di area proyek jembatan sisi Batola.

Buntut dari video viral tersebut, Basid pun terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.

Dalam video klarifikasi pencatutan nama Basid, dirinya tidak bertanggung jawab terkait video viral yang beredar belakangan. Dirinya pun menyebut tidak mengenali dengan orang yang menyebarkan video.

“Saya minta tidak ada lagi yang membuat video dengan mencatut nama saya. Saya bisa tidak terima dan menuntut secara hukum,” tegas Basid, dalam video klasifikasinya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya