Paman Yani Sosialisasikan Penerapan Log Book Penangkapan Ikan

Kotabaru, KP – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjadi salah satu nara sumber dalam “Temu Koordinasi Penerapan Logbook Penangkapan Ikan”, yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Kotabaru Jalan Raya Stagen Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada nakhoda dan pemilik kapal terkait kewajiban pelaporan kegiatan perikanan dan operasional harian kapal penangkap ikan melalui Logbook Penangkapan Ikan, Kamis.

Menurut Yani Helmi disapa Paman Yani, kegiatan ini sangat bagus, tidak hanya bagi nelayan di Kotabaru tetapi di seluruh wilayah di Kalsel yang ada potensi perairan dan kelautan, seperti Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar dan ujung wilayah Barito Kuala.

“Dengan penerapan log book ini maka data sumber daya ikan yang dihasilkan di Kalsel bisa lebih akurat,” kata Yani Helmi.

Dengan penerapan log book ini, diharapkan kendala-kendala yang dihadapi para nelayan ketika melaut dapat dideteksi lebih awal agar bisa segera dicarikan solusinya.

“Jadi nelayan dapat memahami bahwa Pemprov memperhatikan pencatatan hasil tangkap ikan ini sebagai bahan evaluasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu,” jelas politisi Partai Golkar.

Ditambahkan, kendala nelayan dapat terdeteksi secara awal, misalnya ketika hasil tangkapnya mengalami penurunan, apakah disebabkan alat tangkapnya yang kurang atau wilayah tersebut tidak lagi memiliki banyak ikan untuk ditangkap. “Sehingga keberlangsungan ekosistem di laut benar-benar terjaga dan berkesinambungan,” tambah Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi.

Berita Lainnya
1 dari 969

Paman Yani juga memberikan apresiasi atas kolaborasi yang baik antara DKP dan anggota dewan dalam kegiatan ini, karena keduanya bisa bersama-sama menyampaikan informasi atau peraturan yang perlu disosialisasikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dalam mengisi logbook penangkapan ikan, mengingat hal ini sangat penting sehingga produksi tangkapan ikan di Kalsel dapat tercatat dengan baik dan untuk merumuskan kebijakan selanjutnya.

“Kita tidak akan keluarkan Surat Persetujuan Berlayar kalau tidak ada logbooknya,” tegasnya.

Sedangkan, Kepala Pelabuhan Kotabaru Nurbani mengungkapkan saat ini tercatat ada 28 unit kapal menggunakan elektronik log book penangkapan ikan.

“Saat ini Kotabaru yang terbanyak diantara beberapa pelabuhan perikanan di Kalsel karena disini memiliki banyak kapal penangkap ikan,” katanya.

Nurbani menambahkan rata-rata para nelayan sudah bisa menggunakan E-logbook. Tinggal pelaporannya yang harus terus ditingkatkan karena data ini tidak hanya di Pemprov tetapi juga ke Kementerian secara online.

Diketahui, peserta temu koordinasi ini berasal dari para nelayan yang ada tiga desa di Kotabaru dan seluruh pelabuhan di Kalsel. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya