Dukung Pemanfaatan Lahan Eks Tambang untuk Pengembalaan Ternak

Pelaihari, KP – Komisi II DPRD Kalsel mendukung pemanfaatan lahan eks tambang PT Arutmin untuk kegiatan peternakan, khususnya pengembalaan ternak di Kabupaten Tanah Laut.

“Kita mendukung pemanfaatan lahan eks tambang ini untuk kegiatan peternakan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo usai monitoring ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut, kemarin, di Pelaihari.

Imam Suprastowo mengatakan, sektor peternakan merupakan salah satu sektor unggulan di Kalsel, khususnya di Kabupaten Tanah Laut yang terus didorong untuk dikembangkan, sehingga Kalsel mampu menjadi daerah penyedia ternak.

“Kalsel juga merupakan daerah penyangga yang terdekat dengan ibukota baru nantinya, sehingga berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Untuk itu, ketersediaan pakan hingga memberdayakan sumber daya manusia di bidang peternakan menjadi mandiri untuk menghadirkan produk unggulan yang berdaya saing di pasar domestik dan global.

“Jadi apapun yang bisa dilakukan akan didukung untuk meningkatkan produksi ternak, termasuk pemanfaatan lahan eks tambang sebagai lokasi pengembalaan ternak,” jelas Imam Suprastowo.

Berita Lainnya
1 dari 983

Bahkan usulan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk pemanfaatan lahan eks tambang akan ditindaklanjuti dengan mengundang instansi terkait, sehingga pinjam pakai eks tambang bisa direalisasikan.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut Suharyo mengatakan, terkendala biaya produksi yang masih tinggi dalam menyediakan pangan asal hewan, berupa daging merah baik dari sapi maupun unggas.

“Karena mayarakat Tanah Laut masih mengandalkan pemeliharaan ternak yang apa adanya, sehingga biaya produksi tinggi,” kata Suharyo.

Diungkapkan, untuk menekan biaya produksi diperlukan terobosan besar dengan pinjam pakai lahan eks tambang PT Arutmin Indonesia sebagai padang pengembalaan.

“Lahan eks tambang yang sudah direklamasi merupakan lahan yang sangat potensial untuk pengembangan sapi, baik dari sisi luas maupun sumber pakan ternak,” jelasnya.

Suharyo mengharapkan, dukungan Komisi II untuk mewujudkan pengembangan peternakan dengan biaya rendah. “Khususnya merealisasikan padang pengembalaan ternak,” tambah Suharyo. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya