Barabai, KP – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman(B2SA) bersama TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah kepada Seluruh kader Posyandu Se-Hulu Sungai Tengah di Aula Bapelitbangda, Senin (25/10)/2021).
Sementara itu Ketua TP PKK HDT Cheri Bayuni Budjang Aulia Oktafiandi menjelaskan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan desa.
Lanjut, Fungsi dan manfaat pelaksanaan posyandu adalah:
-Menurunkan angka kematian bayi (AKB), Angka kematian Ibu (IBU HAMIL), Melahirkan dan Nifas
-Membudayakan norma keluarga kecil bahagia sejahtera
-Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
Kader posyandu adalah anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu secara suka rela, mereka memiliki peran besar yaitu mengelola berbagai data dan informasi yg berkaitan dengan posyandu desa, menyusun rencana kegiatan tahunan dan mengupayakan adanya sumber-sumber pendanaan untuk mendukung kegiatan pembinaan posyandu, ucapnya.
Adapun 7 langkah posyandu yaitu:
- Pendaftaran
- Penimbangan
- Pengisian
- Penyuluhan
- Pelayanan Kesahatan
- Penganekaragaman Pangan
- Peningkatan Ekonomi Keluarga
Bimtek Kader Pangan B2SA di posyandu berkaitan dengan penganekaragaman pangan adalah untuk menambah pengetahuan mengenai B2SA. Ketujuh langkah itu, semuanya ada hubungannya dengan PKK.
Maka dari itu juga diharapkan kepada masyarakat agar kiranya datang ke posyandu terutama ibu-ibu untuk mengecek kesehatan anaknya, harapnya.
Adapun tujuan dilaksanakannya Bimtek Kader Pangan B2SA di Posyandu yang berhubungan dengan meja 6 yaitu penganekaragaman pangan adalah menambah pengetahuan kader dalam menyusun menu B2SA. Mulai dari memilih bahan, cara memasak hingga pengetahuan tentang kandungan Gizi dari tiap menu yang disajikan di Posyandu setiap bulan.
Selain itu, Kepala Dinas Ketahansn Pangan dan Perikanan HM Yuserani, Mengatakan Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik mental spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan kesehatan yaitu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumberdaya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.
Di ikuti 44 orang peserta dari kader posyandu di 11 Kecamatan se Kabupaten HST. Turut Berhadir Ir. Hj. Rolena Kinawati MP, kabid konsumsi dan penganekaragaman pangan, Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalsel, Dedy Hatta Permana S.Gz – Ahli Gizi, Ir. Yanuar Pribadi, M. Si Kementrian Pertanian. (adv/ary/K-6)















