Nenek Menjadi Korban Rampok Oleh Dua Pria tak Dikenal

jika saya punya gigi, saya langsung gigit tangannya

BANJARMASIN, KP – Seorang nenek bernama Sabiah (65), beliau menjadi korban perampokan oleh dua pria tak dikenal menggunakan mobil saat berada di Jalan Kelayan B depan Gang Babussalam Banjarmasin Selatan, Selasa (5/10) lalu, sekitar pukul 11.00 WITA.

Korban diketahui beralamatkan Jalan Kelayan B Gang Kurnia RT 2 Banjarmasin Selatan, menjadi korban perampokan oleh dua orang tak dikenal, disana mereka membawa kabur tiga cicin, satu gelang, satu kalung dengan kisaran puluhan juta.

Dikisahkan oleh korban Sabiah, saat ditemui di rumahnya Rabu (6/10), waktu itu dirinya mau pergi ke warung.

“Biasanya kemana-mana saya pergi bersama cucu, waktu kejadian saya sendiri dengan berpakaian cukup mewah, lalu saya dipanggil oleh kedua orang tak dikenal ini,” ujarnya.

Disana salah satu pelaku sempat bicara soal keluarga, dan sempat berkata bahwa mamanya mau ada acara pernikahan serta mau mengasih baju buat panitia. “Saya pun langsung masuk ke dalam mobil,” bebernya.

Saat berada di Jalan Muara Kelayan, tiba-tiba berhenti dengan berkata mogok. “Katanya ada logam emas, saya pun disuruh untuk melepas cicin dan membuatnya ditisu, tak lama kemudian mobil tersebut hidup lagi, kami pun melanjutkan perjalanan,” tuturnya.

Berita Lainnya
1 dari 5.266

Disitulah, Salbiah dibawa keliling oleh kedua orang tersebut. “Sampai akhirnya saya minta turun, waktu itu saya duduk dalam mobil didepan, lalu saya sempat melakukan berontak minta tolong kepada orang lewat namun tak ada yang mendengar, akibatnya saya disuruh oleh salah satu pelaku yang sedang menyetir dengan ciri-ciri berkumis,” ungkapnya.

Tak lama kemudian kedua orang tak dikenal ini berpindah posisi, lalu pria berkumis ini langsung menyekap Salbiah dari belakang, dan memukul dirinya dibagian dada.

“Jika saya punya gigi, saya langsung gigit tangannya. Pria yang berada belakang ini menyuruh saya untuk melepas semua perhiasannya dengan paksa,” katanya.

Sementara pria satunya menggunakan peci hanya pokus menyetir dan memberhentikannya mobil di sebuah gudang di Liang Anggang Banjarbaru.

“Disitulah saya diturunkan dari mobil serta saya ditinggalkan, saya pun sempat kebingungan bagaimana pulang,” ucapnya.

Untungnya, kata dia, saat itu ada orang lewat. Hingga dikasih minum dan diantar ke rumah.

“Saat ditanya orang yang mengantarkan ini ternyata warga Aluh-aluh yang menggunakan sepeda motor, lalu saya diantar keluarga untuk melaporkan kejadian ini ke kantor polisi Mapolresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Selatan,” tukasnya.(fik)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya