Pemko Diminta Bangkitkan Kembali KWK

Banjarmasin KP – Menyusul diturunkannya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pemko Banjarmasin diminta untuk membangkitkan kembali sejumlah tempat usaha kuliner di kota ini yang sempat terpuruk.

Anggota komisi II DPRD Kota Banjarmasin Abdurrasyid Ridha SE mengatakan, sebuah laporan menunjukkan bisnis kuliner semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini salah satunya ujarnya, disebabkan oleh kebutuhan dan gaya hidup penduduk yang makin tinggi.

” Terbukti meski pandemi Covid-19, namun bisnis kuliner sebagian besar mampu bertahan dengan memberikan layanan secara daring,” katanya kepada {KP} Selasa (12/10/2021).

Ia mengatakan, saat ini yang menuntut perhatian adalah. bagaimana caranya membangkitkan kembali usaha kuliner yang difasilitasi Pemko Banjarmasin.

Seperti ungkapnya, usaha kuliner yang berlokasi di Gang Pengkor Kayu Tangi I, tepatnya belakang Gedung Wanita Jalan Brigjen H Hasan Basri.

Menurutnya , usaha kuliner Gang Pengkor yang didirikan awal Januari tahun 2014 silam itu sekarang ini sudah tidak lagi ditempati pedagang.

Nasib sama juga dialami usaha kuliner berlokasi di Jalan Pos tepatnya berada di tepian Sungai Martapura yang kini nyaris mati suri.

Terakhir ujarnya kebijakan Pemko Banjarmasin, merelokasi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan A Yani Jalan Lingkar Dalam Selatan dengan mendirikan KWK Baiman di Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Berita Lainnya
1 dari 3.729

Disebutkan, KWK Baiman yang berdiri sekitar awal Januari 2017 itu awalnya ditempati sekitar 100 PKL.

Namun baru beberapa bulan ditempati, satu persatu pedagang meninggalkan tempat itu karena tidak mampu lagi bertahan dengan alasan sepi pengunjung.

Meski masih tetap bertahan, namun pedagang yang awalnya berjualan di sepanjang Jalan A Yani dan oleh Pemko direlokasi di KWK itu diperkirakan masih tersisa sekitar 25 pedagang.

” Sedang yang lainnya memilih pindah dan mencari tempat berjualan baru,” ujarnya.

Anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, sepinya pengunjung KWK salah satunya karena Pemko kurang memberikan sentuhan. Hal itu ujarnya, dapat dilihat masih cukup banyaknya sarana dan prasarana pendukung yang belum dilengkapi.

“Seperti perlunya dipasangi berbagai lampu-lampu hias agar lokasi wisata kuliner pada malam hari lebih terlihat menarik, ” katanya.

Abdurrasyid Ridha mengakui, sejak mewabahnya virus corona (Covid-19) lebih satu setengah lalu yang hingga sekarang belum mampu sepenuhnya teratasi, dampaknya dirasakan bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga terhadap perekonomian dan berbagai aktivitas kegiatan serta sosial masyarakat lainnya.

Kondisi ini tandasnya, menyusul kebijakan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat secara Mikro (PPKM). (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya