PUPR Bantah Tak Ada Kerusakan Aspal Akibat Excavator

Banjarmasin, KP – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, melalui Bidang Sungai akhirnya angkat bicara terkait pengerukan sungai di kawasan Jalan Ahmad Yani Banjarmasin.

Kepala Bidang Sungai, Hizbul Wathony menepis anggapan bahwa penggunaan excavator untuk mengeruk sungai justru merusak aspal jalan.

“Kalau ada aspal yang rusak, pekerja proyek normalisasi sungai siap melakukan pembenahan,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (25/10) sore.

Thony melanjutkan, pihaknya juga sudah meletakan bantalan di roda elastis excavator sejak sejak awal pengerjaan.

“Saat viral, hingga dikritik warganet, itu sebenarnya kami sudah melapis roda elastis ekskavator. Hanya saja, memang lapisannya tidak terlalu banyak. Hingga akhirnya, lapisannya pun kami tambah dengan adanya papan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pekerja proyek dan menyusuri trek yang dilalui excavator, tidak nampak adanya kerusakan aspal jalan.

“Alat itu juga tidak pernah naik ke trotoar. Makanya kenapa ekskavator itu diparkir di pinggir jalan,” tambahnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.947

Tidak hanya itu, Thony juga menepis adanya kabar yang mengatakan bahwa normalisasi sungai di kawasan Jalan Ahmad Yani Banjarmasin itu tidak berjalan sama sekali.

“Kami bekerja malam hari. Di atas jam sepuluh malam hingga dini hari. Karena tidak memungkinkan bila bekerja siang hari,” tekannya.

Lebih jauh, Thony menjelaskan bahwa pengerukan yang berjalan bukan diukur dari hitungan panjang sungai. Melainkan, seberapa kubik lumpur atau tanah sungai yang dikeruk.

“Di Sungai Ahmad Yani khususnya arah keluar kota, volume yang diambil sebesar 1.700 kubik. Kontraknya, senilai Rp199 juta. Nilai itu tidak termasuk pembangunan ulang jembatan,” jelasnya.

“Kalau sedari awal dimulai, sudah diangkut sebanyak 1.500 kubik. Karena sudah lama tidak terkeruk, dalam semalam ada puluhan kali truk bolak balik mengangkutnya,” tambahnya.

Disinggung mengenai mengapa hanya yang di arah keluar kota yang dikeruk, Thony mengatakan, berkaca dari peristiwa banjir di awal tahun tadi arah keluar kota itulah kawasan yang cukup lama air menggenang.

“Sementara, di arah keluar kota dahulu. Pengerjaannya berbarengan dengan pengerukan Sungai Veteran. Untuk sungai ini, lumpur atau tanah yang dikeruk ditargetkan hingga 1.800 kubik. Dengan biaya Rp196 juta,” jelasnya.

“Mengapa volume yang diambil bisa lebih dari yang di Sungai Ahmad Yani tapi biaya yang dikeluarkan malah sedikit, itu karena pengerukan Sungai Veteran menggunakan ekskavator standar. Bukan yang long arm seperti di Jalan Ahmad Yani,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya