Revisi Perda Pajak Diharapkan Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Banjarmasin,KP – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Banjarmasin bersama pihak Pemko saat ini terus menggenjot pembahasan tentang Pajak Daerah.

Adapun tujuan dipersiapkannya rancangan payung hukum atas usul Pemko Banjarmasin itu diantaranya adalah dimaksudkan dalam rangka percepatan perbaikan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, Subhan Nur Yaumil membenarkan, salah satu tujuan direvisinya Perda Pajak ini untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi.

Nantinya papar Subhan belum lama ini kepada {KP}, ada beberapa item pajak yang disesuaikan dengan perkembangan kondisi ekonomi selama pandemi.

” Seperti penyesuaian pajak bagi UMKM maupun pelaku usaha besar, seperti perhotelan dan lainnya,” ujarnya.

“Perubahan ini menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Mengingat Perda ini sudah berumur lebih 10 tahun, sehingga dipandang perlu dilakukan revisi untuk disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.726

Subhan menyebut, pada perubahan Perda ini akan ada penurunan tarif pajak di beberapa sektor.

Meski demikian optimis penurunan pajak itu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

” Malah dengan adanya penurunan hingga penghapusan tarif pajak, diharapkan bisa mendongkrak penerimaan pajak daerah,” katanya meyakinkan.

Subhan Noor Yaumil memaparkan, salah satu usulan tarif pajak yang diturunkan adalah sejumlah tarif pajak hiburan. Dari semula 40 persen diusulkan hanya menjadi 20 hingga 25 persen.

Dikemukakan, diturunkannya atau pemangkasan tarif pajak di sektor hiburan ini dimaksudkan untuk membantu pelaku usaha hiburan di Kota Banjarmasin agar mampu tetap bertahan.

” Sebab selama pandemi Covid-19 dengan adanya pembatasan berbagai aktivitas, termasuk tempat hiburan nyaris tidak dibolehkan beroperasi,” ujarnya.

Untuk pajak tarif hiburan yang dihapuskan Subhan Noor Yaumil mengatakan. pagelaran kesenian rakyat. pagelaran musik,tari busana dan kontes kecantikan yang berkelas lokal atau tradisional menjadi nol persen. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya