Sosialisasi Kawasan Ekosistem Esensial di HSU

WABUP HSU – Saat Sosialisasi Ekositen Esesensial. (KP/Ist)

Amuntai, KP – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya melestarikan keberadaan orangutan di wilayah tersebut dengan melaksanakan sosialisasi perlindungan kawasan ekosistem esensial.

Hal tersebut sebagaimana menindaklanjuti dengan adanya temuan spesies satwa yang dilindungi orangutan kalimantan di Desa Murung Panggang dan Desa Kayakah Kecamatan Amuntai Selatan.

Dinas Kehutanan Kalsel bersama dengan Pemkab HSU melaksanakan sosialisasi perlindungan kawasan ekosistem esensial di Aula Beppelitbang HSU, beberapa waktu lalu, dihadiri Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi.

Menurut Wabup dalam menjaga ekosistem esensial perlu adanya kerjasama oleh semua pihak, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga pihak swasta hingga masyarakat setempat dalam menjaga kawasan ekosistem esensial bagi satwa yang berada disana.

“Tentunya menjaga pengelolaan kawasan ekosistem esensial perlu adanya komitmen bersama semua pihak.”, ungkap wabup.

Berita Lainnya

Dinas Sosial HSU Salurkan Bantuan Banjir

1 dari 423

Terkait dengan adanya temuan Satwa Orang Utan di HSU sebagai langkah bagus, karena berkaca dengan daerah lain kawasan ekosistem esensial tidak hanya sebagai tempat kawasan menjaga keseimbangan alam saja tetapi juga ada menfaat peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dengan dilibatkan semua pihak termasuk masyarakat setempat, konsisten melestarikan lingkungan dengan baik, bisa menjadi tempat ekowisata.”, lanjutnya.

Terpisah, Supiani Kepala Seksi Konservasi SDA dan Ekosistem Dinas Kehutan provinsi Kalsel mengatakan, pihaknya kedepan akan membentuk forum kolaborasi untuk pengelolaan kawasan ekosistem esensial di HSU.

Karena kebaradaan orangutan itu nyata di HSU maka diperlukannya perlindungan orangutan tersebut dan habitatnya agar kedepannya satwa tersebut dengan aman.

Diketahui, berdasarkan informasi didapat di masyarakat setempat, orangutan yang ada di Desa Kayakah dan Desa Murung Panggang tersebut sudah berada tinggal lama disana, namun belum terekspos. (nov/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya