Bakeuda Anggarkan Baju HKN 2021

Eddy membeberkan, anggaran untuk membuat baju dalam perayaan HKN tersebut yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021

BANJARMASIN, KP – Luran aneh yang belakangan diakui sebagai uang untuk menebus baju dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Banjarmasin rupanya sudah anggarannya tersendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Anggaran di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, Eddy Wibowo saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (25/11) siang.

Eddy membeberkan, anggaran untuk membuat baju dalam perayaan HKN tersebut yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Namun entah mengapa, anggaran tersebut dicoret oleh Dinas Kesehatan pada APBD perubahan. “Sebelumnya untuk anggaran baju seragam HKN itu sudah ada, tapi di APBD perubahan dihilangkan,” ungkapnya tanpa menyatakan besaran anggaran pengadaan kaos HKN tersebut.

Kemudian, bahwa selain baju atau seragam yang dipakai saat puncak perayaan HKN pada Jumat 12 November 2021 yang lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 27,5 juta, untuk makan dan minum dalam kegiatan tersebut.

“Setelah anggaran baju di hapus.l, jadi yang tertinggal hanya biaya makan minum kegiatan sekitar Rp 27,5 juta,” ungkapnya.

Disamping itu, Eddy menambahkan, bahwa untuk seluruh kegiatan Dinkes yang telah dianggarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin selama satu tahun yakni sebesar Rp 350 juta untuk berbagai macam kegiatan.

Berita Lainnya
1 dari 3.937

Misalnya pembinaan saka bakti husada, peringatan hari kesehatan nasional, pemberdayaan kader kesehatan di kecamatan, lomba posyandu tingkat kota, forum germas, diseminasi informasi program kesehatan bagian lintas media.

“Total anggaran itu mencangkup seluruh kegiatan dinkes,” tuturnya.

Sementara untuk kegiatan HKN sendiri yang masuk di Bakeuda saat ini hanya ada sebesar Rp 27,5 juta.”Berkaitan dengan pencairannya seperti apa kami belum mengetahui persisnya, tetapi ada permintaan yang untuk biaya makan minum kegiatan HKN itu,” jelasnya.

Lantas mengapa anggaran pengadaan baju HKN dihapus?Terkait hal itu, Eddy mengaku bahwa dirinya tidak mempunyai kompetensi untuk menjelaskan alasan penghapusan tersebut.

“Berkaitan dihilangkannya anggaran pembuatan baju itu kami tidak tau, yang tau itu SKPD terkait,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi saat awak media menanyakan baju yang dikenakan pada saat puncak HKN beberapa minggu lalu itu merupakan hasil iuran.

“Kita tidak berani untuk menjawab itu, langsung tanya ke SKPD terkait saja,” pungkasnya.

Sayangnya, saat awak media mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi terkait hal itu, yang bersangkutan enggan memberikan komentar. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya