Banjarmasin Masuk Zona Kuning Bencana Alam

Banjarmasin, KP – Status Siaga Darurat bencana alam yang disandang Kota Banjarmasin saat ini ternyata bukan hanya isapan jempol semata.

Pasalnya, Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam zona kuning bencana alam.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjelaskan, zona kuning yang dimaksud tersebut merupakan tanda bahwa Bumi Kayuh Baimbai ini sedang dalam kondisi menengah rawan bencana alam. Terutama banjir, angin puting beliung dan air pasang.

“Karena dalam peta potensi banjir yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Banjarmasin masuk dalam zona kuning bencana alam,” ucapnya saat disela apel tersebut, Senin (22/11) pagi.

Karena itu, untuk menindaklanjuti status tersebut Pemerintah Kota (Pemko) pun akhirnya menggelar apel gabungan siaga bencana di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja, Banjarmasin.

Ia membeberkan, berdasarkan data BMKG yang diterima pihaknya, zona kuning rawan bencana di kota Banjarmasin berlangsung mulai November hingga Januari 2022.

“Malah kemungkinan akan berlangsung sampai Maret 2022 nanti,” bebernya.

Dengan penetapan zona dari BMKG itu, ia mengaku pihaknya wajib siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir seperti awal tahun 2020 kemarin.

Selain itu, status Siaga Darurat ini juga dikarenakan daerah hulu seperti Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tapin yang dilanda sudah banjir.

Berita Lainnya
1 dari 3.937

“Kondisi alam yang terjadi di wilayah hulu jadi alarm tersendiri bagi kita. Untuk itu perlu dukungan penuh dari seluruh unsur terkait dan langkah penyelesaian bencana kita laksanakan,” pintanya.

“Ini juga adalah ikhtiar kita semua. Apalagi kerawanan yang sudah diprediksi. Maka dari itu perlu adanya kebersamaan dari pihak TNI-Polri, BPBD, DAMKAR dan relawan lainnya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Saat ini, orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai itu mengaku dari segi peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) siap.

Menurutnya, seluruh para petugas yang disiagakan tersebut sudah dibekali dengan keterampilan, juga telah disiapkan untuk selalu sigap dan tanggap jika terjadi banjir.

“Semoga satu komando garis koordinasi, sehingga jika terjadi bencana kita akan siap menghadapinya,” harapnya.

Disamping itu, Ibnu juga menekankan, seiring dengan penetapan status Siaga Darurat Banjir, pihaknya juga telah menyiagakan posko induk dalam upaya penanggulangan bencana.

Lokasinya berada di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin yang selalu siaga selama 24 jam untuk bisa saling berkoordinasi dalam hal penaganan bencana, gerutama bencana banjir.

“Karena sejak tanggal 18 November kemarin, seluruh lurah dan camat di Banjarmasin juga sudah diminta untuk terus melaporkan tentang tinggi genangan air dan lokasinya masing-masing,” tekannya.

Ia menilai, status Siaga Darurat ini akan berlaku sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pasalnya, pihaknya harus melihat kondisi terkini untuk menentukan status kebencanaan di Banjarmasin.

“Kita lihat kondisi dilapangan, kalau parah maka akan kita naikkan menjadi Tanggap Darurat. Tapi kalau sudah ada indikasi aman kita cabut,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya