Cuaca Ekstrim Akibat Banjir HST

Berita Lainnya
1 dari 3.926

Banjarmasin, KP – Cuaca ekstrim disinyalir menyebabkan terjadinya banjir di kawasan Hulu Sungai Tengah (HST), sehingga upaya penanganan banjir tidak mampu menghindarkan bencana tersebut.
“Cuaca ekstrim mengakibatkan terjadinya banjir di HST,” kata Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar kepada wartawan, usai paripurna dewan dengan agenda jawaban gubernur terhadap dua raperda inisiatif dewan, Kamis (18/11/2021), di Banjarmasin.
Kendati demikian, Roy Rizali Anwar mengakui belum menerima laporan terperinci mengenai strategi dan langkah-langkah untuk menengani banjir tersebut.
“Kita tunggu laporannya, karena penanganan sudah dilakukan SKPD terkait,” jelasnya, usai paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK.
Menurut Roy Rizali Anwar, penanganan banjir sudah diantisipasi sejak awal, namun kondisi cuaca ekstrim tidak mampu mengatasi hal tersebut, sehingga banjir kembali terjadi.
“Jadi perbaikan kondisi lingkungan harus menjadi prioritas, agar bencana banjir tidak terulang,” tambah Roy Rizali Anwar.
Diakui, kondisi banjir tidak hanya dialami Kalsel, namun juga provinsi tetangga, seperti Kalteng dan Kalbar, mengingat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Ini tidak bisa dihindari, sehingga banjir kembali terulang,” ujarnya.
Namun kondisi kali ini akan dikaji kembali, sehingga perubahan iklim tidak menyebabkan bencana parah, terutama bagi masyarakat dengan menjaga kondisi sungai agar tidak mengalami pendangkalan dan mampu mengalirkan kelebihan air ke laut.
“Bagaimana caranya agar kondisi lingkungan tetap terjadi, sehingga perubahan iklim yang cepat tidak merugikan masyarakat,” kata Roy Rizali Anwar.
Diantaranya, dengan rutin menjaga sungai agar tidak mengalami pendangkalan, baik karena aktivitas masyarakat ataupun kebiasaan membuang sampah di sungai. “Ini yang akan ditegaskan untuk mengembalikan fungsi sungai,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK mengatakan, perbaikan kondisi sungai harus menjadi perhatian, termasuk pembuatan kanal-kanal agar air cepat mengalir dan tidak menimbulkan genangan.
“Karena keberadaan kanal ini, maka kelebihan air atau genangan cepat dialirkan ke daerah yang lebih rendah. Jika ada genangan pun tidak berlangsung lama atau menyebabkan banjir,” kata politisi Partai Golkar.
Contohnya, di kawasan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara yang biasanya tergenang air kini lebih cepat surut, mengingat adanya kanal untuk mengalirkan kelebihan air tersebut.
“Kanal tidak hanya jadi sarana transportasi, namun juga mencegah terjadinya banjir,” tambah Supian HK.
Ditambahkan, kondisi sungai juga perlu diperhatikan agar tidak mengalami pendangkalan, baik akibat buangan sampah ataupun aktivitas lainnya. “Sungai ini perlu difungsikan kembali untuk mengalirkan kelebihan air,” tegasnya. (lyn/KPO-1

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya