Belum Ada Travel di Kalsel Berangkatkan Jemaah Umrah

Saat ini, kata Aisyah, mereka tengah menyusun anggaran biaya keberangkatan jemaah. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan aturan terbaru yang dikeluarkan oleh Kanwil Kemenag Kalsel.

BANJARMASIN, KP – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyatakan penyelenggaraan ibadah umrah untuk jemaah asal Indonesia segera dibuka. Diketahui, jemaah umrah dari RI bisa berangkat sejak 8 Januari 2022 lalu.

Seiring itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan (Kanwil Kemenag Kalsel) juga telah memberikan lampu hijau bagi

PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).

Aturan tersebut tertuang pada Surat Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 40/Kw.17.4-2/HJ. 01/01/2022 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah Tahun 1443 H.

Dari 62 travel dan biro perjalanan haji/umrah yang terdaftar di Kanwil Kemenag Kalsel, sampai saat ini belum ada satupun travel yang memberangkatkan jemaah ke tanah suci.

Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Kalsel sendiri menyambut baik kebijakan dibukanya kembali perjalanan ibadah umroh di masa pandemi tahun 2022. Meski demikian, ASITA tak bisa serta merta langsung memberangkatkan para jemaah.

Berita Lainnya
1 dari 1.317
loading...

Plt Sekretaris ASITA Kalsel, Aisyah, mengungkapkan, biro perjalanan dan travel yang tergabung dalam agensinya, jumlahnya mendominasi di Kanwil Kemenag Kalsel.

Saat ini, kata Aisyah, mereka tengah menyusun anggaran biaya keberangkatan jemaah. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan aturan terbaru yang dikeluarkan oleh Kanwil Kemenag Kalsel.

“Travel umroh yang gabung di ASITA, saat ini mereka sedang berbenah menyusun harga dengan masa karantina dan sebagainya. Jadi mereka sudah bersiap menyusun paket harga,” ujar Aisyah

Ada beberapa hal yang wajib dilakukan jemaah saat melakukan perjalanan umrah di masa pandemi saat ini, yakni ;

  1. Harus divaksin dua kali.
  2. melaksanakan pemeriksaan kesehatan satu pintu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.
  3. Keberangkatan hanya melalui satu bandara yakni Soekarno Hatta dengan direct flight atau penerbangan langsung.
  4. Sesampainya di Arab Saudi, jemaah wajib menjalani karantina selama lima hari sebelum melaksanakan ibadah.
  5. Sesampainya di Indonesia, jemaah kembali menjalani karantina selama tujuh hari.

Di sisi lain, muncul penambahan dalam biaya perjalanan umrah. Sebelum pandemi Covid-19, biaya umrah lebih murah, namun setelah diizinkan pada November tahun lalu, biayanya membengkak karena kebutuhan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Kemenag Kalsel, Rusbandi, juga menyampaikan, bahwa ada perubahan biaya perjalanan bagi jemaah. Kemenag menetapkan biaya terbaru minimal Rp 28 juta untuk umrah di masa pandemi Covid-19 tahun 2022 ini.

“Namun, kenyataan di lapangan dari travel-travel kita dapat informasi, jika biayanya bisa mencapaiRp 40 juta. Itu karena biaya PCR dan biaya karantina ditanggung masing-masing jemaah,” katanya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya