Dapat Gelar “Koran Gila” di Usia 22 Tahun

Banjarmasin, KP – Harian Kalimantan Post mendapat gelar “Koran Gila” dari para undangan yang berhadir dalam acara seremonial peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kalimantan Post ke-22, Senin (17/1) pagi.

Pemilik (owner) dari perusahaan yang menaungi Surat Kabar Harian (SKH) Harian Umum Kalimantan Post, HM Taufik Effendie SE MBA mengatakan, gelar tersebut terlontar saat perbincangan bersama para tamu yang datang ke Kantor Kalimantan Post.

Dalam perbincangan tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Zainal Helmie mengutip perkataan Dahlan Iskan yang diutarakannya saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang beberapa tahun lalu.

Disana, pemilik salah satu media terbesar di Indonesia tersebut menyatakan bahwa perusahaan pers yang masih mampu mempertahankan koran harian atau berita cetak di era modernisasi merupakan ‘perusahaan gila’.

“Jadi, sesuai dengan apa yang disampaikan tadi, kalau Koran Harian Kalimantan Post ini adalah koran gila,” ujarnya.

Gelar tersebut diberikan lantaran koran yang kamar redaksinya sekarang dipegang oleh salah satu jurnalis senior di Kalimantan Selatan, yakni Hj Sunarti ini mampu konsisten mempertahankan pola penyampaian informasi dalam bentuk cetak di era globalisasi saat ini.

“Saya pribadi mempunyai keyakinan yang kuat kalau koran ini tidak akan mati. Dan kami mampu membuktikan sampai sekarang,” ungkapnya.

Ia secara tegas menceritakan, bahwa sebagian koran tidak mampu bertahan dan memilih mengubah pola penyajian berita yang disuguhkan ke masyarakat.

“Dan kita tetap konsisten dengan cara kita sendiri. Mungkin kita ini satu-satunya koran di Indonesia yang mampu bertahan dengan pola pemberitaan cetak,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, menurut Taufik, pihaknya mempunyai cara khusus agar bisa konsisten dengan pola pemberitaan yang masih dipertahankannya selama 22 tahun.

“Kami punya cara tersendiri untuk mempertahankan itu. Dan itu rahasia kami,” tandas salah satu tokoh pers di Bumi Antasari itu.

Sementara itu, Zainal Helmie menilai, Kalimantan Post mampu bertahan di media cetak selama 22 tahun adalah hal yang luar biasa di tengah persaingan media saat ini.

loading...

“Mampu bertahan ini merupakan prestasi luar biasa, tetap eksis sebagai media tradisional,” kata Helmie.

Ke depan, koran asli Banua ini harus memikirkan untuk beralih ke media online agar bisa bertahan, dengan melengkapi perizinan yang diperlukan dan dikelola secara profesional.

“Karena pembaca koran kini menurun drastis dan kurang diminati, yang beralih pada media online yang mudah dibaca kapan saja,” tegasnya.

Selain itu, persaingan media kian ketat, termasuk peningkatan biaya operasional, sehingga alternatif beralih pada media online adalah pilihan terbaik untuk bertahan di era digital ini.

“Contohnya, sejumlah media besar juga menutup media cetak di daerah, agar tidak terbebani biaya operasional dan lainnya, mengingat online lebih praktis dan cepat,” pungkasnya.

Kemudian, Wakil Pimpinan Umum SKH Kalimantan Post, H Troy Satria mengaku bersyukur karena SKH Kalimantan Post mampu bertahan di era gempuran teknologi.

Ia melihat bahwa SKH Kalimantan Post sekarang bukan saja sebuah harian tetapi ada kepangkatan mulai Online, Epaper, IG (Instagram) dan FB (Facebook).

“Ini sebuah tuntutan dan berharap kedepan mampu sejajar dengan grup media lainnya,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Troy membeberkan sebelumnya SKH Kalimantan Post juga pernah menjadi satu grup dengan Surya Perindo.

“Kemudian diambil owner dan bertransformasi menjadi SKH Kalimantan Post, Koran Asli Banua yang menyajikan Informasi Tanpa Batas,” tukasnya.

Disisi lain, Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK memandang, bahwa Kalimantan Post telah berkontribusi pada pembangunan Banua, bahkan bertahan di tengah persaingan di era globalisasi ini.

“Kalimantan Post juga telah menjadi bagian dari kemajuan pembangunan di Kalsel,” kata Supian HK.

Untuk itu, Supian HK menghimbau agar terjalin sinergitas antar media dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel agar bisa berkontribusi pada media.

“Agar tujuan dan program pembangunan bisa diakses atau diinformasikan kepada semua pihak,” ujar politisi Partai Golkar ini. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya