Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Bertahap, 19 Kloter CJH Terbang Melalui Bandara Syamsudin Noor

×

Bertahap, 19 Kloter CJH Terbang Melalui Bandara Syamsudin Noor

Sebarkan artikel ini
jemaah
Foto Ilustrasi Keberangkatan jemaah Haji. (net/Antara)

Banjarmasin, KP – Sebanyak 5.197 calon jemaah haji (CJH) dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Banjarmasin mulai 24 April hingga 21 Mei 2026.

Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dalam 19 kelompok terbang (kloter) melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kalimantan Post

Pemberangkatan kloter pertama dijadwalkan mulai 24 April dengan jemaah berasal dari Kota Banjarmasin. Selanjutnya, pemberangkatan dilakukan secara bertahap hingga kloter terakhir yang dijadwalkan berangkat pada 29 Mei 2026.

Dalam jadwal tersebut, mayoritas jemaah berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalsel. Seperti Banjar, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Balangan, serta Banjarbaru dan Banjarmasin.

Selain itu, terdapat pula jemaah dari Kalimantan Tengah yang tergabung dalam beberapa kloter.

“Setiap kloter terdiri dari sekitar 356 hingga 380 jemaah, didampingi petugas kloter yang meliputi ketua kloter, pembimbing ibadah dan tenaga kesehatan,” jelas Kepala Kanwil Kementerian Haji Kalsel, Eddy Khairani.

Sementara itu, jadwal pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga awal Juli 2026 melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

“Jadwal ini menjadi acuan utama bagi seluruh jemaah dan panitia dalam mempersiapkan keberangkatan, termasuk kesiapan dokumen, kesehatan, serta manasik haji,” ujar Eddy.

“Jadwal sewaktu-waktu masih dapat berubah menyesuaikan kebijakan operasional penerbangan dan penyelenggaraan ibadah haji,” tutupnya.

Sebelumnya, General Manager InJourney Airports Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyampaikan berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari perencanaan operasional hingga konsolidasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran layanan penerbangan haji.

Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk maskapai Garuda Indonesia sebagai pengangkut jemaah, serta instansi pendukung lainnya seperti Gapura, Balai Karantina Kesehatan (BKK), dan Imigrasi.

Baca Juga :  Sebanyak 23 Dapur Bercita Rasa Nusantara Siap Layani Jamaah Selama di Madinah

“Kami sudah melakukan pemantapan bersama seluruh stakeholder di bandara terkait rencana operasi untuk pelaksanaan angkutan haji 2026,” ucapnya.

Seluruh proses pemeriksaan atau clearance, baik keamanan maupun keimigrasian, akan dilaksanakan di Asrama Haji sebelum jemaah diberangkatkan menuju bandara.

Dari lokasi tersebut, jemaah akan diangkut menggunakan bus melalui jalur sisi udara (airside) dan selanjutnya naik ke pesawat melalui garbarata.

Untuk mendukung kelancaran operasional, manajemen bandara juga menyiapkan personel keamanan penerbangan atau aviation security yang akan bertugas di Asrama Haji.

“Selain itu, dukungan layanan di terminal penumpang tetap disiagakan selama periode keberangkatan jemaah,” ungkapnya.

Sementara itu, jam operasional bandara secara reguler tetap berlangsung hingga pukul 23.00 Wita.

“Namun, apabila terdapat kebutuhan operasional di luar jam tersebut, pihak bandara akan menerapkan prosedur perpanjangan waktu layanan atau extended advance sesuai ketentuan yang berlaku,” tandas Millyas. (mns/K-2)

Iklan
Iklan