Banjarmasin, KP – Kegiatan Balelang dan Saprah Amal digelar Pemuda Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PEKA) dan Pemko Banjarmasin, cukup menarik perhatian warga di kawasan Pasar Banjar Raya, Kecamatan Banjarmasin Barat. Pada Jumat, (25/03) malam.
Pasalnya, dalam gelaran tersebut, sepasang baju bermotif sasirangan milik Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina laku hingga Rp1,3 juta.
Rupanya, orang yang berhasil memenangkan tawaran harga tertinggi sepasang baju sasirangan yang pernah dikenakan Wali Kota Banjarmasin dua periode itu dalam acara fashion week di Jakarta beberapa waktu lalu tersebut adalah seorang pemuda tanggung asal Banjarmasin. Yakni Wahyu.
Ia rela menguras tabungannya yang sudah lama terkumpul dari keuntungan berjualan camilan kering di lingkungan Balai Kota Banjarmasin.
“Saya ikhlaskan uang tabungan yang sudah lama dikumpulkan itu supaya bisa dapat baju orang nomor satu di Banjarmasin,” ungkap Wahyu.
Menurutnya, selain desain dan motifnya bagus, baju tersebut saya mira akan menambah kewibawaan orang yang memakainya.
“Bukan karena mewahnya, tapi karena ini pernah dipakai Pak Wali dan istri. Yaa semoga saja bisa ketularan suksesnya beliau,” imbuh wahyu.
Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, kegiatan balelang ini merupakan kegiatan yang sarat akan kearifan lokal di Banjarmasin. Yakni cara mengumpulkan dana yang melibatkan seluruh warga untuk beramal.
“Tidak perlu banyak, kemudian tidak harus mahal. Tapi yang penting niat mulianya untuk mengumpulkan dana yang ditekankan dalam kegiatan ini,” ungkapnya.\
Bukan tanpa alasan, dibeberkan Ibnu, bahwa kegiatan lelang amal tersebut tujuannya tidak lain adalah untuk mengumpulkan dana yang rencananya bakal dibelikan karpet sajadah untuk 50 musholla di Banjarmasin.
“Rencananya kan 1 kilometer karpet sajadah, untuk 50 langgar dan musola di Banjarmasin,” terangnya.
Karenanya, Pucuk pimpinan di pemerintahan Kota Seribu Sungai itu itu pun mengapresiasi ide yang digagas oleh Pemuda PEKA Banjarmasin, dengan gelaran balelang tersebut.
“Terima kasih tentunya dengan kegiatan ini yang didukung semua pihak. Kalau bisa setiap kecamatan dibuat seperti ini,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pemuda PEKA, M Hafidl Maulana menuturkan, adapun ide menggelar balelang dan saprah amal tersebut karena menurutnya budaya balelang ini sudah mulai tidak digandrungi lagi di Kota Baiman.
Padahal menurutnya, di Kabupaten atau kota lain di Kalimantan Selatan, budaya balelang ini masih terus dilakukan.
“Di Banjarmasin mungkin puluhan tahun lalu ramai dilaksanakan. Namun sekarang budaya ini sudah mulai hilang. Makanya kita gelar kegiatan ini kembali,” terangnya.
Menurutnya, cara ini merupakan cara alternatif untuk mengumpulkan dana, agar membantu pembangunan di Kota Baiman.
“Harapannya dengan kami melaksanakan ini, bisa memulai memunculkan kembali budaya itu,” tuntasnya. (Kin/K-3)















