Sulit Dapat Solar, Seratusan Sopir ‘Ngeluh’ di Kantor Pertamina Banjarmasin

[] Tua di Antrean Solar Kami Bos!! Ayolah Bantu Kami”

Banjarmasin, KP – Tak kurang seratusan sopir truk yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mendatangi Kantor PT Pertamina (Persero) Sales Area Banjarmasin, Rabu (9/3).

Puluhan armada truk besar pun terlihat beriringan memasuki Jalan Lambung Mangkurat, menuju Kantor Pertamina Sales Area Banjarmasin.

Tujuan mereka, menyampaikan uneg-uneg terkait sulitnya mendapatkan solar. Para sopir meminta adanya jalur khusus pengisian BBM Bio Solar untuk angkutan barang anggota Organda, di SPBU yang dekat dengan Pelabuhan Trisakti, terutama di SPBU
No. 64.701.06, SPBU No 64.701.07, dan SPBU No 64.701.015 yang berada di Jalan Lingkar Selatan.

Sejumlah spanduk yang mewakili keluhan para sopir terikat di setiap badan truk. Di antaranya ada yang bertuliskan “Tua di Antrean Solar Kami Bos!! Ayolah Bantu Kami,
Permudah Kami Mendapatkan Solar. Mudahan Kalian Masuk Surga”.

Dalam orasinya, para sopir bahkan mengancam akan melakukan mogok kerja, tak akan mengangkut barang hingga ada titik terang soal solar yang mereka keluhkan.

“Jangan salahkan kami jika barang tidak kami angkut. Biar semua merasakan kesusahan yang kami rasakan,” ungkap salah seorang sopir.

Setelah beberapa saat berorasi di atas truk, kemudian 20 orang perwakilan sopir melakukan dialog dengan pihak Pertamina, Pemko Banjarmasin dan Kepolisian di aula kantor Pertamina.

Ketua DPD Organda Kalsel,
Edy Sucipto, mengatakan, sudah sejak lama berharap seluruh anggotanya lancar dalam mendapatkan BBM jenis solar ini.

Bagaimana tidak, kata Edy, para sopir bisa mengantre 4 sampai 5 hari bahkan lebih di SPBU hanya untuk dapat solar.

“Kalau enak dapat solar pekerjaan jadi mudah, bisa menghidupi anak istri, pengiriman barang lancar, dan perekonomian Kalsel, khususnya Banjarmasin dapat berjalan lancar, tidak seperti ini,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Edy, pihaknya sudah banyak menemukan penyimpangan-penyimpangan distribusi BBM. Menurutnya, pelangsir memang banyak, tapi itu urusan orang dan perut masing-masing.

“Yang penting, DPD Organda Kalsel hanya ingin memperjuangkan aanggotanya dan tidak ingin menyalahkan kiri kanan. Tujuan kami cuma satu, anggota kami dikasih pompa khusus. Kita beli kok, tidak minta,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pertamina, termasuk meminta penambahan kuota solar.

“Kuota kita sudah ditambah Pertamina, tapi tetap saja kurang. Lalu, kami minta pompa khusus, tapi itu kan harus ada pihak eksekutif yang melindungi,” tandas Edy.

Berita Lainnya
1 dari 3.150
loading...

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, yang hadir dalam aksi damai tersebut, mengatakan, apa yang dikeluhkan para sopir ini sangat wajar.

“Mereka sangat lama mengantre untuk mendapatkan solar bersubsidi. Memerlukan proses panjang yang dampaknya mengganggu distribusi arus barang ke daerah-daerah tujuan mereka,” ucapnya.

Menurut informasi, lanjut Arifin, para sopir bisa mengantre selama 4 sampai 5 hari, bahkan hingga 1 minggu. Selain itu, biaya operasional juga membengkak, karena mereka perlu makan, minum dan keperluan lainnya.

“Untuk regulasi atau aturan, jika dibutuhkan oleh pihak Pertamina, nanti akan kami lakukan, termasuk kajian di lapangan. Agar saat keluar surat bisa matching (selaras) dengan kondisi di lapangan,” imbuhnya.

“Permintaan mereka ada jalur khusus bagi anggota sopir pelabuhan. Dan Keluhan mereka selama ini, baru datang mengantre, solar sudah habis. Itu yang jadi masalah. Para sopir jadi curiga, kok baru datang sudah habis,” tambahnya.

Dalam hal ini, beber Arifin, perlu ketegasan dan pengawasan semua pihak, berapa jumlah distribusi solar yang datang dan berapa rasio yang dibutuhkan masyarakat.

“Itu yang harus kita penuhi secara baik. Jika ada penyimpangan, aparat kepolisian yang akan menindak,” tukasnya.

Sementara itu, Sales Area Manager Kalselteng PT Pertamina, Drestanto Nandiwardhana, mengungkapkan, pada dasarnya Pertamina akan menjalankan aturan yang dibuat oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Selama itu ada aturan tertulisnya akan kami jalankan supaya penyaluran BBM subsidi ini dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Terkait permintaan para sopir adanya jalur khusus pengisian solar, Drestanto mengatakan, jika ada aturan dari Pemda atau Pemko yang meminta, maka Pertamina akan menyediakannya.

“Selama itu ada regulasi tertulisnya akan kita laksanakan. Semua aturan dari pemerintah pusat dan daerah harus kita jalankan,” katanya.

Drestanto menuturkan, untuk stok BBM sendiri cukup aman, hanya saja yang boleh disalurkan sebagai barang subsidi, kuotanya sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Karena yang menentukan kuota adalah pemerintah melalui BPH Migas, bukan kewenangan Pertamina. Pertamina sebagai operator hanya menyalurkan BBM yang sudah ditentukan dari BPH Migas,” terangnya.

“Jika ada penyimpangan yang terjadi, atau kalau ada pihak SPBU yang ketahuan bermain, silahkan saja laporkan ke pihak kepolisian,” sambung Drestanto.

Sedangkan, dalam hal pengawasan di lapangan, Kapolresta Banjarmasin,
Kombes Pol Sabana Atmojo, yang hadir langsung mengamankan jalannya aksi damai sopir, menyampaikan, pihaknya telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengawasi setiap SPBU.

“Laporkan pada kami jika ada yang mencurigakan. Pokoknya, jika terlihat ada yang melakukan penyimpangan, akan kita sikat. Selesai masalah,” tegas Sabana singkat. (Opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya