Warga Keluhkan Cara Razia Vaksin

Banjarmasin, KP – Razia vaksin yang gencar digelar Kepolisian di Kota Banjarmasin, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir ini. Pasalnya, tak sedikit warga yang merasa terjebak dan terpaksa menjalani vaksinasi di lokasi razia.

Seperti yang terpantau Kalimantan Post pada Rabu (23/03) siang, razia vaksin yang digelar di halaman Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) tersebut banyak warga yang terjaring akibat belum bervaksin.

Banyak pengendara motor yang memilih putar balik untuk menghindari razia vaksin. Entah apa alasan mereka sampai memilih melawan arus ketimbang memasuki area razia vaksin.

Gencarnya razia vaksin ini memang menandakan bahwa upaya percepatan vaksinasi memang sungguh-sungguh dilakukan.

Namun belakangan, razia vaksin ini sempat menuai kekesalan bagi sejumlah pengendara. Hal itu diungkapkan salah seorang warga asal Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan, berinisial JN.

Ia menceritakan, pada Selasa (15/3) lalu, ia terjaring razia vaksin di kawasan Gedung Sultan Suriansyah.

JN sendiri sebenarnya sudah divaksin dosis lengkap kecuali booster, alias sampai dosis kedua.

Saat diminta petugas menampilkan bukti dengan membuka aplikasi Peduli Lindungi. Sayangnya, ia tidak bisa masuk ke aplikasi tersebut

“Saat itu, saya benar-benar tidak bisa log-in (masuk untuk mengakses aplikasi), karena berbarengan dengan jaringan yang sedang lemot. Berkali-kali saya coba, saya tidak bisa masuk,” ungkapnya saat dibincangi KP, Rabu (23/3) siang.

Kondisi tersebut sudah disampaikan kepada petugas kepolisian yang menghadapi JN saat razia.

Namun, alih-alih percaya dengan alasan JN, petugas kepolisian yang justru membandingkan kondisi yang dialami JN ke pengendara lain yang saat itu bisa mengakses aplikasi tersebut.

Berita Lainnya
1 dari 1.495
loading...

“Saya sudah bilang ke petugas, kalau jaringan handphone saya sedang lemot. Si petugas masih tidak percaya. Bahkan, terkesan tidak memberikan waktu agar saya bisa lebih leluasa mengakses aplikasi itu,” tambahnya.

Beruntung, hal itu tidak berlangsung lama. Si petugas pun akhirnya bisa memaklumi dan mempersilahkan JN kembali meneruskan perjalanannya.

“Mestinya, ya diberi waktu dahulu lah agar saya bisa mengakses aplikasi itu. Jangan langsung menuding atau tidak percaya kalau saya sudah bervaksin,” tukas ayah satu anak ini.

Hal senada juga dialami NH, warga Jalan Kuin Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat. Ia mengaku dua kali terjaring razia vaksin yang digelar aparat kepolisian. Itu terjadi pada Sabtu (19/3) pagi.

Pertama, di kawasan Gedung Sultan Suriansyah, dan kawasan Gedung Hotel A di Jalan Lambung Mangkurat.

Berbeda dengan JN, NH menceritakan, ia sebenarnya pun sebenarnya sudah bervaksin dosis lengkap sama sepwrti JN, dan kebetulan ia bisa menunjukan bukti lantaran bisa mengakses aplikasi Peduli Lindungi.

Namun, yang membuatnya tidak enak, lantaran petugas razia dianggapnya terkesan memaksa dirinya untuk menjalani vaksin booster.

“Padahal, saya sudah bilang bahwa kondisi badan saya sedang tidak fit. Dua kali saya beralasan seperti itu,” ucapnya.

“Saya memang disuruh untuk ke tenda untuk di-screening, tapi entah kenapa saya jadi malas. Saya tidak suka karena kesannya seperti memaksa saja,” lanjutnya.

“Kan yang wajib itu bervaksin hingga dua dosis. Ini kok yang booster seakan-akan diwajibkan juga,” tekannya.

Kemudian, setelah sedikit berdebat dengan petugas, NH pun akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya. (Kin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya