Banjarmasin, KP – Kembali terendamnya sebagian wilayah akibat fase pasang tingginya permukaan air sungai di Kota Banjarmasin membuat kekuatan daya tampung drainase di Kota Seribu Sungai ini kembali diuji.
Kepala Bidang (Kabid) Drainase, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathoni membeberkan, berdasarkan data yang diterima pihaknya ketinggian pasang air sungai mencapai 2,3 meter, dan kini berangsur surut.
Kemudian puncak pasang diprediksi bakal kembali terjadi pada 18 Mei mendatang, dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Menurutnya, kondisi ini turut mempengaruhi kemampuan saluran drainase yang ada. Bahkan ikut meluap ketika genangan terjadi.
“Kemampuan drainase yang ada secara kapasitas memang tidak tersedia. Jadi kami akui ada kekurangan disitu,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (26/4) siang.
Ia menjelaskan, sebenarnya semakin banyak drainase maka dampak dari genangan juga ikut meluas. Bukan tanpa alasan, menurut Toni kondisi kota Banjarmasin yang pasang surut dan minus di bawah muka air laut.
“Kurang lebihnya seperti itu. Ada drainase akhirnya luas genangan juga bertambah,” sambungnya.
Ia menerangkan, kondisi drainase yang perlu menjadi perhatian khusus adalah di wilayah perkotaan. Salah satunya yang paling krusial di kawasan Lambung Mangkurat.
Dimana lanjut Thoni, ketika terjadi genangan maka akan berdampak dengan aktivitas masyarakat. Terutama pengguna jalan.
“Ada beberapa wilayah yang kondisinya rendah dan perlu kita lakukan pemeliharaan lebih lanjut. Yakni dengan mengerahkan pasukan turbo,” pungkasnya.
“Kalau jangka panjangnya memang perlu pintu air. Itu yang masih kita kaji. Dalam RTRW kita sebenarnya juga sudah ada,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahrurraji menilai, bahwa kondisi pasang tinggi yang terjadi kali ini memang sudah lumrah terjadi.
“Karena setiap bulannya memang selalu menemui fase pasang tinggi. Apalagi dengan pengaruh gravitasi bulan,” katanya.
Karena itu. Ia mengimbau agar seluruh masyarakat bisa melaksanakan mitigasi bencana untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Berdasarkan pantauan BPBD Kota Banjarmasin, ada beberapa wilayah yang terdata mengalami dampak akibat luapan air sungai Martapura ini.
Yakni Jalan Cendrawasih, Kelurahan Belitung Selatan dengan ketinggian air 5 – 10 cm, lalu Jl hasan basri. Komp kayutangi 1 kelurahan Sungai Miai 5-10 cm.
Kemudian ada Jalan Jafri Zamzam Kelurahan Teluk Dalam 15-20 Cm, Jl Komplek DPR, Kelurahan Belitung Selatan 25-30 Cm dan Jl Sungai Jingah, Kelurahan Surgi Mufti 5-10 Cm.
Lalu, Jl Kelayan B, Kelurahan Kelayan Timur 15-20 Cm dan terakhir Jalan Simpang Anem, Kelurahan Kuin Selatan 10-15 Cm. (Kin/K-3)















