Palangka Raya, KP – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang tak bisa ikut lemah bersama Presiden RI di titik 0 Ibu Kota Negara (IKN) Baru Kaltim beberapa waktu lalu, usulkan lima (5) Gubernur se Kalimantan lagi kemah bersama di tempat yang sama.
Usulan itu disampaikan Pj. Sekda Kalteng Nuryakin saat menemui Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro, di Jakarta, Rabu (20/4) terang Kadis Kominfo Santik Kalteng Agus Siswadi kepada media.
Agus Siswadi bernarasi, seakan sejarah telah bersabda pada ruang dan waktu, penyatuan unsur tanah dan air di titik 0 Ibu Kota Negara (IKN) di Nusantara beberapa waktu lalu oleh Presiden Joko Widodo, adalah isyarat faktual bahwa IKN benar-benar akan dimulai dibangun, dan sejarah tak akan mungkin berbalik hulu.
Banyak hal yang akan berubah dari Ketatanegaraan hingga mental model masyarakat hingga Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya ASN di Kalimantan, maupun ASN yang hijrah dari Jakarta.
Bagi ASN di Kalimantan sendiri tentu merupakan peluang, bisa jadi tantangan dan hambatan bila tidak mampu beradaptasi. Banyak hal yang akan terjadi, karena seluruh Kalimantan akan beririsan langsung dengan Ibu Kota Negara, yang tentu akan berdampak besar bagi ASN dalam manajemen pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada kata lain ASN harus SIAP.
Terkait hal tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang dikenal visioner melihat perubahan, menugaskan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah H. Nuryakin menemui Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro menyampaikan beberapa usulan dan berdiskusi berbagai hal.
Sebagai tindak lanjut launching ASN BerAKHLAK di Kalteng beberapa waktu lalu yang merupakan perdana di Indonesia, Gubernur mengusulkan kepada Mendagri untuk dilakukan “kemah di titik 0 IKN, yang diikuti seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Kalimantan” ujar Agus mngutif Nuryakin kepada tim media.
Menurutnya, kegiatan berkemah tersebut dalam rangka upaya membekali kepala daerah dalam Menyikapi perubahan dan adaptasi terhadap IKN. Bekal tersebut menjadi materi bagi kepala daerah untuk diimplementasikan di daerahnya masing-masing khususnya kepada ASN.
ASN harus siap menghadapi perubahan dan tantangan dengan beradaptasi, dilandasi mental model yang tangguh dan unggul serta ASN harus menjadi pelaku perubahan tersebut.
Pada kegaiatan kemah tersebut, Nuryakin mengusulkan untuk mengundang Motivator ESQ Ary Ginanjar.
Sekjen Kemendagri menyambut baik usulan tersebut, dan segera menyampaikan ke Mendegari dan berkoordinasi dengan Kepala Badan Otorita IKN. Menurut Suhajar, usulan tersebut sangat sejalan dengan pemikiran Kemendagri dalam mempersiapkan adaptasi ASN terhadap IKN nanti. (drt/k-10)















