Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pedagang Pasar Batuah Libatkan Mahasiswa
DEMA UIN Antasari Turun Bantu Warga Bertahan di Pasar Batuah

×

Pedagang Pasar Batuah Libatkan Mahasiswa<br>DEMA UIN Antasari Turun Bantu Warga Bertahan di Pasar Batuah

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm Pedagang dan Mahasiswa 1
BERDISKUSI- Ketua DEMA UIN Antasari Banjarmasin, Yogi Ilmawan saat mengunjungi warga batuah pada Kamis (16/06) kemarin malam. (KP/Zakiri)

DEMA UIN Antasari Banjarmasin, akan mengawal dan bergandengan tangan dengan warga Pasar Batuah.

BANJARMASIN, KP – Rencana penertiban bangunan dalam Revitalisasi Pasar Batuah yang rencananya akan dilakukan pada Sabtu (18/06) besok, menjadi sorotan bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.

Kalimantan Post

Ketua DEMA UIN Antasari, Yogi Ilmawan mengaku, pihaknya dipastikan akan turun ke lapangan membantu warga bertahan menghadapi petugas yang nantinya akan menertibkan bangunan di area Pasar Batuah.

Bukan tanpa alasan, menurut Yogi, keputusan tersebut merupakan hasil kajian awal yang sudah menjadi menjadi landasan bagi pihaknya untuk terjun membantu warga Pasar Batuah mempertahankan bangunan miliknya dari proses penertiban alias pembongkaran.

“Problem ini memang sudah lama jafi sorotan. Bahkan sebelum saya menjabat sebagai ketua DEMA UIN Antasari,” ungkapnya saat dihubungi awak media, Jumat (17/06) petang.

Mereka menuding, program revitalisasi Pasar Batuah yang digagas Pemko Banjarmasin justru tidak berpihak pada masyarakat.

Seperti diketahui. Program revitalisasi Pasar Batuah, termaktub dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Banjarmasin No 109 tahun 2022. Berisi tentang program pembangunan strategis daerah, di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin.

Karena itu, Yogi menilai, keputusan tersebut mengakibatkan warga yang bermukim di kawasan Pasar Batuah resah lantaran tanah yang sudah turun temurun ditempati pendahulu mereka, hendak digusur oleh Pemko Banjarmasin.

“Saat ini, lagi-lagi kita semua dipertontonkan dengan perlakuan pemerintah yang kejam. Membuat masyarakat menjerit, meronta dan mengeluarkan banyak air mata,” ucapnya.

“Warga Pasar Batuah, terancam kehilangan tempat tinggal. Ini tidak main-main. Ini menimbulkan kegentingan di kalangan warga. Sampai-sampai ada yang jatuh sakit,” tambahnya.

“Makanya malam tadi, kami mendatangi warga untuk melihat langsung bagaimana kondisi mereka,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkot Banjarmasin Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemitraan Ritel Modern

Lantas, apa hasil pertemuan itu?

Terkait hal itu, Yoga mengatakan bahwa pihaknya mengambil sikap. Bahwa DEMA UIN Antasari Banjarmasin, akan mengawal dan bergandengan tangan dengan warga Pasar Batuah.

“Dinamika yang terjadi saat ini, menunjukkan pemerintah sudah semena-mena dengan keputusan apa yang ingin dijalankannya,” tegasnya.

“Kami menilai keputusan untuk merevitalisasi Pasar Batuah sudah menghilangkan esensi rasa kemanusiaan,” tekannya.

Selain memutuskan memberikan dukungan kepada warga Pasar Batuah, Yoga mengaku juga bakal berkonsolidasi dengan rekan-rekan BEM se UIN Antasari Banjarmasin. Tujuannya untuk menyusun gerakan lanjutan.

“Tapi yang pasti, bahwa dalam menghadapi hari penertiban nantinya, kami dari DEMA UIN Antasari Banjarmasin, akan ada di lokasi untuk mengawal,” janjinya.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi unjuk rasa. Tapi tetap tergantung dari hasil dari konsolidasi nantinya,” ucapnya.

“Langkah yang kami ambil ini merupakan gerakan yang harus dipertimbangkan secara matang. Tidak mungkin kami langsung memutuskan untuk menggelar aksi unjuk rasa tanpa ada konsolidasi terlebih dahulu,” tambahnya.

Disinggung apakah pihaknya sudah menempuh upaya audiensi dengan Pemko Banjarmasin sebelum menentukan langkah yang diambil pihaknya?

Dijelaskan Yogi, kondisi yang sudah terjadi kini, sudah tidak lagi memungkinkan jika ingin melakukan audiensi dengan pihak Pemko Banjarmasin. Meskipun, keinginan itu ada.

“Kami memang mau audiensi dahulu. Tapi melihat adanya jeritan rakyat di Pasar Batuah yang sudah berada di ujung tanduk, kami rasa tidak cukup waktu lagi untuk audiensi,” ungkapnya.

“Melihat urgensi dinamika yang terjadi sekarang. Kemungkinan besar idealnya kami akan langsung bikin gerakan. Tapi masih ada kemungkinan jika nanti hasil konsolidasi mengedepankan audiensi terlebih dahulu,” bebernya.

Lebih jauh, Yogi juga mengatakan bahwa di saat hari eksekusi yang dikabarkan akan dimulai pada DEMA UIN Antasari juga akan berada di kawasan Pasar Batuah. Ada pun jumlahnya, belum diketahui secara pasti.

Baca Juga :  APBD Perubahan 2026 Banjarmasin Dikebut, Pemko Targetkan Mulai Berjalan Awal September

“Kami ingin seluruh mahasiswa. Tapi paling tidak, yang kami mobilisasi terlebih dahulu kawan-kawan DEMA UIN, dan BEM fakultas, agar untuk besok (hari ini) turun ke lapangan,” ucapnya.

Di sisi lain, Yogi mengakui bahwa kajian yang dilakukan pihaknya belum komprehensif dan menyeluruh. Kendati demikian, bukan berarti tak ada hasil, yang disoroti pihaknya adalah terkait aspek sosial.

“Menurut kami, revitalisasi Pasar Batuah ini sudah oke dari segi pembangunan. Tapi kami harus melihat lagi dari sisi kemanusiaannya. Apakah dengan adanya revitalisasi Pasar Batuah ini akan menimbulkan dampak yang besar bagi masyarakat di sana,” jelasnya.

“Kami yakin, dari kajian awal itu sudah menjadi dasar yang kuat untuk melakukan gelombang perlawanan terhadap kebijakan pemerintah,” ucapnya.

Yogi pun menjelaskan dampak yang terjadi ketika revitalisasi Pasar Batuah bakal memberikan dampak yang besar.

Sekali lagi, selain ada ratusan jiwa yang akan kehilangan tempat tinggal. Ada banyak warga yang menurutnya akan kehilangan tempat usaha. Lantaran Pasar Batuah merupakan tempat warga menggantungkan hidup. “Dua hal itulah yang kami soroti,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Aksi dan Propaganda di DEMA UIN Antasari Banjarmasin, Nadhri Adlani.

Pemko Banjarmasin, menurutnya sudah sangat jelas hanya mementingkan pembangunan untuk investasi tanpa memikirkan nilai-nilai kemanusiaan.

Lalu, dengan tegas memperlihatkan bahwa Pemko Banjarmasin, tidak berpihak kepada rakyatnya.

“Kami menghimbau kepada seluruh elemen mahasiswa di Kalsel, saatnya rapatkan barisan untuk melawan, apalagi ini adalah isu daerah. Jangan tutup mata dan telinga dan hanya menyoroti isu nasional saja,” imbaunya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan